JAKARTA--MICOM: Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementrian Keuangan Bambang PS Brodjonegoro menyakini inflasi Februari akan lebih rendah dari inflasi Januari yang sebesar 0,89% (month to month) atau 7,02% (year on year).
Sebab panen raya sudah terjadi di beberapa sentra produksi beras serta percepatan penyaluran raskin.
"Inflasi Februari kami perkirakan 0,3%-0,5%. Untuk inflasi year on year (Februari) kalau ditambah dengan inflasi bulanan Januari yang 0,89% sudah 1,02%. Inflasi yang terbesar adalah volatile foods pada Februari ini," tuturnya di Jakarta, Kamis (17/2).
Menurutnya, ada empat komoditas yang dipantau pemerintah yaitu beras, cabai merah, bawang merah, dan bawang putih.
"Harus diperhatikan beras dan cabai yang inflasinya lebih tinggi dari rata-rata historis. Sedangkan bawang merah dan bawang putih masih lebih rendah. Makanya pemerintah melakukan pengendalian harga dan volume beras, juga harga cabai merah," katanya.
Bambang menyatakan usai melewati dua bulan tersebut, barulah pemerintah akan mengoreksi kembali asumsi makro.
"Maret-April mungkin akan ambil keputusan, terkait perubahan asumsi agar kebijakan pemerintah menjadi lebih kredibel, mendekati kenyataan," tandasnya. (Tup/OL-9)
Sebab panen raya sudah terjadi di beberapa sentra produksi beras serta percepatan penyaluran raskin.
"Inflasi Februari kami perkirakan 0,3%-0,5%. Untuk inflasi year on year (Februari) kalau ditambah dengan inflasi bulanan Januari yang 0,89% sudah 1,02%. Inflasi yang terbesar adalah volatile foods pada Februari ini," tuturnya di Jakarta, Kamis (17/2).
Menurutnya, ada empat komoditas yang dipantau pemerintah yaitu beras, cabai merah, bawang merah, dan bawang putih.
"Harus diperhatikan beras dan cabai yang inflasinya lebih tinggi dari rata-rata historis. Sedangkan bawang merah dan bawang putih masih lebih rendah. Makanya pemerintah melakukan pengendalian harga dan volume beras, juga harga cabai merah," katanya.
Bambang menyatakan usai melewati dua bulan tersebut, barulah pemerintah akan mengoreksi kembali asumsi makro.
"Maret-April mungkin akan ambil keputusan, terkait perubahan asumsi agar kebijakan pemerintah menjadi lebih kredibel, mendekati kenyataan," tandasnya. (Tup/OL-9)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar