Penerapan pajak progresif dan pembatasan BBM tidak memberi imbas negatif terhadap minat konsumen untuk membeli mobil mewah. Namun, ATPM justru mengkhawatirkan kondisi politik dan sosial. “Instabilitas politik dan sosial yang akan memengaruhi pasar mobil mewah. Akan terasa sentimennya dibanding isu BBM dan pajak progresif,” jelas Yuniardi Hartono, Wakil Direktur Pemasaran PT Mercedes-Benz Indonesia, di Jakarta, awal pekan ini. Namun, berita baiknya, kata Yuniardi, kondisi politik dan sosial di Indonesia relatif stabil sehinggapeminat mobil premium diprediksi meningkat.
Dengan kondisi yang relatif stabil ini, Yuniardi berharap penjualan BMI tetap positif. Tahun lalu, MBI mencatatkan penjualan model roadster SLS AMG terbanyak di Asia Tenggara. Mobil sport paling ciamik di jajaran Mercedes-Benz itu telah dipesan oleh lebih dari 50 konsumen. Sebanyak 21 unit sudah dikirim ke konsumen pada tahun lalu, sisanya akan menyusul tahun ini. “Permintaan SLS merupakan angka tertinggi di Asia Tenggara. Malaysia saja hanya 10 unit (SLS AMG), sedangkan negara lainnya tidak sampai 10 unit,” beber Yuniardi.
Di Indonesia SLS AMG dibanderol sekitar 4,2 miliar rupiah atau sebanding dengan harga Ferrari California yang juga sudah dipasarkan di Tanah Air. Mercy SLS AMG mengusung mesin berkapasitas 6.208 cc DOHC 32 valve berkonfi gurasi V8. Mesin tersebut dapat menyemburkan tenaga sebesar 563 bhp serta dukungan torsi 479 lb-ft. Suhari Sargo, pengamat otomotif, mengatakan mobil mewah menjadi incaran orang-orang berduit sehingga pasarnya sangat ekslusif. Apalagi, sebagian besar mobil premium tersebut diimpor secara CBU (completely built up). Ini, kata Suhari, akan menambah gengsi si pemiliknya.
“Mereka tidak sekadar membeli mobil mewah, tapi juga menjadikannya sebagai hobi,” kata Suhari. Bagi ATPM, hal ini membuat mereka memasang kudakuda untuk menggaet konsumen sebanyak-banyaknya. PT Garuda Mataram Motor, selaku distributor Audi, hendak meningkatkan impor CBU sebanyak 400 unit Audi dalam CBU dari markas besarnya di Jerman hingga akhir tahun ini. Jumlah ini naik dua kali lipat dibanding tahun lalu yang mencapai 200 unit.Model-model Audi yang diandalkan menarik konsumen diantaranya adalah Audi A6, A4 dan R8.
Selain itu, Salah satu seri yang diandalkan GMM terjual laris adalah Audi A8. Mobil yang dibanderol seharga 1,70 miliar rupiah ini rencananya akan hadir di Tanah Air pada Maret mendatang. PT GMM menargetkan mobil premium ini laku terjual 30-40 unit. Sementara itu, Lamborghini memilih realistis. Meski pasar otomotif nasional tahun ini diperkirakan membaik, ATPM Lamborghini tidak ingin mengumbar target berlebihan. Tahun ini dipatok di kisaran 12 sampai 15 unit. Target ini disesuaikan dengan produksi. Sebagai mobil supermewah, Lamborghini tidak diproduksi secara missal sehingga memang setiap tahun pangsa pasarnya tidak besar.
Dengan kondisi yang relatif stabil ini, Yuniardi berharap penjualan BMI tetap positif. Tahun lalu, MBI mencatatkan penjualan model roadster SLS AMG terbanyak di Asia Tenggara. Mobil sport paling ciamik di jajaran Mercedes-Benz itu telah dipesan oleh lebih dari 50 konsumen. Sebanyak 21 unit sudah dikirim ke konsumen pada tahun lalu, sisanya akan menyusul tahun ini. “Permintaan SLS merupakan angka tertinggi di Asia Tenggara. Malaysia saja hanya 10 unit (SLS AMG), sedangkan negara lainnya tidak sampai 10 unit,” beber Yuniardi.
Di Indonesia SLS AMG dibanderol sekitar 4,2 miliar rupiah atau sebanding dengan harga Ferrari California yang juga sudah dipasarkan di Tanah Air. Mercy SLS AMG mengusung mesin berkapasitas 6.208 cc DOHC 32 valve berkonfi gurasi V8. Mesin tersebut dapat menyemburkan tenaga sebesar 563 bhp serta dukungan torsi 479 lb-ft. Suhari Sargo, pengamat otomotif, mengatakan mobil mewah menjadi incaran orang-orang berduit sehingga pasarnya sangat ekslusif. Apalagi, sebagian besar mobil premium tersebut diimpor secara CBU (completely built up). Ini, kata Suhari, akan menambah gengsi si pemiliknya.
“Mereka tidak sekadar membeli mobil mewah, tapi juga menjadikannya sebagai hobi,” kata Suhari. Bagi ATPM, hal ini membuat mereka memasang kudakuda untuk menggaet konsumen sebanyak-banyaknya. PT Garuda Mataram Motor, selaku distributor Audi, hendak meningkatkan impor CBU sebanyak 400 unit Audi dalam CBU dari markas besarnya di Jerman hingga akhir tahun ini. Jumlah ini naik dua kali lipat dibanding tahun lalu yang mencapai 200 unit.Model-model Audi yang diandalkan menarik konsumen diantaranya adalah Audi A6, A4 dan R8.
Selain itu, Salah satu seri yang diandalkan GMM terjual laris adalah Audi A8. Mobil yang dibanderol seharga 1,70 miliar rupiah ini rencananya akan hadir di Tanah Air pada Maret mendatang. PT GMM menargetkan mobil premium ini laku terjual 30-40 unit. Sementara itu, Lamborghini memilih realistis. Meski pasar otomotif nasional tahun ini diperkirakan membaik, ATPM Lamborghini tidak ingin mengumbar target berlebihan. Tahun ini dipatok di kisaran 12 sampai 15 unit. Target ini disesuaikan dengan produksi. Sebagai mobil supermewah, Lamborghini tidak diproduksi secara missal sehingga memang setiap tahun pangsa pasarnya tidak besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar