Sabtu, 26 Februari 2011

Harga kontrak teraktif karet turun sebanyak 9,8% dalam sepekan

TOKYO. Pada awal minggu (21/2) kontrak karet untuk pengiriman Juli 2010 turun 0,8% menjadi 522,1 yen per kg atau US$ 6.277 per metrik ton dan berada di posisi 524,9 yen di Tokyo Commodity Exchange.
Sebelumnya, harga karet sempat naik 1,2% mengikuti kenaikan harga minyak dunia. Harga karet sempat juga menyentuh rekor pada 18 Februari 2011 di angka 535,7 yen per kg.

Pada hari kedua minggu ini (22/2), harga karet turun kembali 3,3%. Kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange turun menjadi 507,8 yen per kg sebelum diperdagangkan di angka 508,4 yen pada pukul 2:45 waktu setempat.
Harga karet pada (23/2) juga turun sebesar 3,4% menjadi 489,6 yen per kg atau US$ 5.930 per metrik ton untuk kontrak pengiriman Juli 2011. Hari sebelumnya (24/2), kontrak karet di Tokyo Commodity Exchange pun melanjutkan pelemahannya turun menjadi 469,3 yen per kg atau US$ 5.716 per metrik ton sebelum berada di posisi 478,8 yen.
Pelemahan terus berlanjut pada hari berikutnya. Pada (24/2) harga karet untuk kontrak pengiriman Agustus 2011 turun 1,8% menjadi 470 yen per kilogram (kg) atau US$ 5.738 per metrik ton kemarin (25/2) sebelum berada di posisi 475 yen per kg di Tokyo Commodity Exchange.
Sepanjang minggu ini, harga karet untuk kontrak teraktif telah luruh 9,8% dan menjadi yang terburuk sejak 7 Mei 2010. Penyebabnya adalah ketidakstabilan politik di Timur Tengah dan Afrika yang akan menyedot biaya dan perlambatan pemulihan ekonomi, sehingga melemahkan permintaan karet untuk bahan baku ban.


   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar