JAKARTA: Harga kontrak gandum untuk pengiriman Mei naik 28,75 sen atau 3,7% menjadi US$8,1125 per bushel, yang merupakan kenaikan tertinggi sejak 3 Desember.
Harga gandum bergerak naik karena faktor cuaca buruk yang dapat menghentikan produksi dari produsen terbesar Amerika Serikat.
Joe Glauber, kepala ekonom United States Departement of Agriculture (USDA), mengatakan permintaan yang lebih tinggi untuk pakan ternak dan etanol akan membatasi kenaikan persediaan.
"Bahkan sekalipun dengan perkiraan tambahan pasokan pada tahun ini, kondisi pasokan yang ketat tersebut kemungkinan tidak akan sepenuhnya dapat teratasi dalam satu atau dua musim tanam," ujarnya seperti dikutip Bloomberg.
Adapun, sepanjang pekan lalu harga turun sebesar 5,2% yang merupakan penurunan tertinggi sejak Oktober, menyusul spekulasi bahwa kekacauan di Afrika Utara dan Timur Tengah akan mengganggu pertumbuhan ekonomi dan mengikis permintaan komoditas. (yes)
Harga gandum bergerak naik karena faktor cuaca buruk yang dapat menghentikan produksi dari produsen terbesar Amerika Serikat.
Joe Glauber, kepala ekonom United States Departement of Agriculture (USDA), mengatakan permintaan yang lebih tinggi untuk pakan ternak dan etanol akan membatasi kenaikan persediaan.
"Bahkan sekalipun dengan perkiraan tambahan pasokan pada tahun ini, kondisi pasokan yang ketat tersebut kemungkinan tidak akan sepenuhnya dapat teratasi dalam satu atau dua musim tanam," ujarnya seperti dikutip Bloomberg.
Adapun, sepanjang pekan lalu harga turun sebesar 5,2% yang merupakan penurunan tertinggi sejak Oktober, menyusul spekulasi bahwa kekacauan di Afrika Utara dan Timur Tengah akan mengganggu pertumbuhan ekonomi dan mengikis permintaan komoditas. (yes)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar