JAKARTA--MICOM: Terus melejitnya harga kapas dunia berpotensi menaikkan harga produk tekstil dalam negeri. Untuk menghindari hal ini, pemerintah bisa menerapkan tindakan pengamanan perdagangan (safeguard) benang kapas asal India dan China.
“Kalau safeguard bisa disetujui oleh Menteri Keuangan (Menkeu), maka artinya impor benang kapas akan berkurang, produsen akan kurangi produksinya, harga pun akan lebih murah,†ujar Direktur Eksekutif Indotextiles Redma Gita Wirawasta, di Jakarta, Kamis (17/2).
Harga rata-rata kapas saat ini di kisaran US$3,8 per kilogram (kg) atau mengalami kenaikan sebesar 35,7% dari akhir 2010 yang hanya US$2,8 per kg.
"Padahal harga kapas pada akhir 2009 cuma US$1,8 per kg. Lonjakan harga kapas akan terus terjadi sepanjang kuartal I/2011. Harga kapas baru bisa turun, kemungkinan besar pada saat harga menyentuh US$4 per kg. Pasalnya, kalau harga melebihi US$4 per kg, maka akan menyebabkan inflasi,†kata Redma.
Selain itu, imbuhnya Indonesia bisa meniru langkah yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) untuk bernegosiasi dengan India. “AS itu bisa melobi India untuk melepaskan hambatan bea keluar (BK) dan kuota ekspor,â€Âucap Redma.
Redma menambahkan, pada saat ini, harga rayon adalah sebesar US$3,2 per kg, sedangkan harga poliester yakni US$2,2 per kg.
Menurut Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat Usman lonjakan harga kapas akan menguras modal kerja perusahaan yang nantinya berdampak pada kapasitas produksi.
“Lonjakan harga ini akan menguras working capital industri dan tentu saja bisa mengganggu aruus kas perusahaan. Karena modal kerja yang menyusut, dipastikan kapasitas produksi akan turun kendati mungkin secara nilai mungkin masih tinggi dan menjanjikan profit karena didorong oleh penaikan harga jual," ujar Ade.
Dampaknya, imbuh Ade, industri hulu TPT harus menaikkan harga. Karena bahan baku naik, industri hulu terus menaikkan harga. Di sisi lain industri hilir sulit untuk menetapkan harga jual karena kesepakatan itu harus di buat di awal. "Itu berisiko karena ketika barang terjual, dan mereka membutuhkan feed stock untuk produksi berikutnya, harga sudah naik,†jelas Ade.
Menurutnya, harga kapas memang akan sulit mengalami penurunan sepanjang tahun ini karena komoditas yang di pasar berjangka adalah untuk pengiriman hingga Januari 2012.
"Jangan harap harga kapas bisa turun tahun ini. Karena itu sudah diperdagangkan secara futures, dan sudah terjual untuk Januari 2012," tegas Ade. (Jaz/OL-9)
“Kalau safeguard bisa disetujui oleh Menteri Keuangan (Menkeu), maka artinya impor benang kapas akan berkurang, produsen akan kurangi produksinya, harga pun akan lebih murah,†ujar Direktur Eksekutif Indotextiles Redma Gita Wirawasta, di Jakarta, Kamis (17/2).
Harga rata-rata kapas saat ini di kisaran US$3,8 per kilogram (kg) atau mengalami kenaikan sebesar 35,7% dari akhir 2010 yang hanya US$2,8 per kg.
"Padahal harga kapas pada akhir 2009 cuma US$1,8 per kg. Lonjakan harga kapas akan terus terjadi sepanjang kuartal I/2011. Harga kapas baru bisa turun, kemungkinan besar pada saat harga menyentuh US$4 per kg. Pasalnya, kalau harga melebihi US$4 per kg, maka akan menyebabkan inflasi,†kata Redma.
Selain itu, imbuhnya Indonesia bisa meniru langkah yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) untuk bernegosiasi dengan India. “AS itu bisa melobi India untuk melepaskan hambatan bea keluar (BK) dan kuota ekspor,â€Âucap Redma.
Redma menambahkan, pada saat ini, harga rayon adalah sebesar US$3,2 per kg, sedangkan harga poliester yakni US$2,2 per kg.
Menurut Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat Usman lonjakan harga kapas akan menguras modal kerja perusahaan yang nantinya berdampak pada kapasitas produksi.
“Lonjakan harga ini akan menguras working capital industri dan tentu saja bisa mengganggu aruus kas perusahaan. Karena modal kerja yang menyusut, dipastikan kapasitas produksi akan turun kendati mungkin secara nilai mungkin masih tinggi dan menjanjikan profit karena didorong oleh penaikan harga jual," ujar Ade.
Dampaknya, imbuh Ade, industri hulu TPT harus menaikkan harga. Karena bahan baku naik, industri hulu terus menaikkan harga. Di sisi lain industri hilir sulit untuk menetapkan harga jual karena kesepakatan itu harus di buat di awal. "Itu berisiko karena ketika barang terjual, dan mereka membutuhkan feed stock untuk produksi berikutnya, harga sudah naik,†jelas Ade.
Menurutnya, harga kapas memang akan sulit mengalami penurunan sepanjang tahun ini karena komoditas yang di pasar berjangka adalah untuk pengiriman hingga Januari 2012.
"Jangan harap harga kapas bisa turun tahun ini. Karena itu sudah diperdagangkan secara futures, dan sudah terjual untuk Januari 2012," tegas Ade. (Jaz/OL-9)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar