JAKARTA--MICOM: Tiga pelaksana penjamin emisi (Joint Lead Underwriter) PT Garuda Indonesia Tbk mendapatkan pinjaman dari dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dana tersebut digunakan untuk menyerap seluruh penawaran saham perdana Garuda Indonesia yang tidak mampu terjual ke publik.
Kabar di pasar menyebutkan, jumlah pinjaman itu mencapai angka Rp1,7 triliun dan berasal dari PT Danareksa (Persero) serta PT Bank Mandiri Tbk. PT Danareksa Securities mendapatkan sokongan dana dari induk usahanya (Danareksa Persero) sejumlah Rp750 miliar rupiah. Kemudian juga disinyalir mengucurkan bantuan likuiditas kepada PT Bahana Securities sebanyak Rp200 miliar.
Dengan demikian, total pinjaman yang digelontorkan oleh Danareksa mencapai Rp950 miliar. Untuk menutupi kekurangannya, Bahana Securities mencari pendanaan melalui pasar keuangan (money market).
PT Mandiri Sekuritas mendapatkan pinjaman dari Bank Mandiri sebesar Rp750 miliar atau sesuai dengan porsi yang harus diserap oleh anak usahanya tersebut.
"Saya rasa pinjam meminjam itu sesuatu yang normal dan kami lakukan hampir setiap hari. Jadi kalaupun ada bukan hanya untuk menyerap saham Garuda Indonesia, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan likuiditas perusahaan lainnya," ujar Edgar Ekaputra, President Director Danareksa, di Jakarta, Jumat (18/2). (OL-5)
Kabar di pasar menyebutkan, jumlah pinjaman itu mencapai angka Rp1,7 triliun dan berasal dari PT Danareksa (Persero) serta PT Bank Mandiri Tbk. PT Danareksa Securities mendapatkan sokongan dana dari induk usahanya (Danareksa Persero) sejumlah Rp750 miliar rupiah. Kemudian juga disinyalir mengucurkan bantuan likuiditas kepada PT Bahana Securities sebanyak Rp200 miliar.
Dengan demikian, total pinjaman yang digelontorkan oleh Danareksa mencapai Rp950 miliar. Untuk menutupi kekurangannya, Bahana Securities mencari pendanaan melalui pasar keuangan (money market).
PT Mandiri Sekuritas mendapatkan pinjaman dari Bank Mandiri sebesar Rp750 miliar atau sesuai dengan porsi yang harus diserap oleh anak usahanya tersebut.
"Saya rasa pinjam meminjam itu sesuatu yang normal dan kami lakukan hampir setiap hari. Jadi kalaupun ada bukan hanya untuk menyerap saham Garuda Indonesia, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan likuiditas perusahaan lainnya," ujar Edgar Ekaputra, President Director Danareksa, di Jakarta, Jumat (18/2). (OL-5)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar