Senin, 28 Februari 2011

Dampak Transparansi Suku Bunga Dirasakan dalam Enam Bulan

JAKARTA--MICOM: Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi memperkirakan dampak transparansi informasi suku bunga dasar kredit atau prime lending rate akan dirasakan dalam 3-6 bulan mendatang.

Pengusaha pun menyatakan akan mendukung penerapan transparansi prime lending rate tersebut.

"Dalam 3-6 bulan kita bisa melihat dampaknya mengapa spread selama ini tinggi," ungkap Sofjan di sela-sela acara Sosialisasi Ketentuan Transparansi Informasi Suku Bunga Dasar Kredit di Kantor BI, Jakarta, Senin (28/2).

Sofjan mengungkapkan bahwa BI sudah cukup tanggap dalam mengatur masalah mengenai suku bunga kredit yang tinggi. Selama ini pengusaha Indonesia selalu komplain dengan bunga kredit yang tinggi.

"Kita melihat betul, kalau dibandingkan di luar negri, bunga kredit kita jauh lebih tinggi," kata Sofjan.

Bahkan ia menuding perbankan menaikkan bunga kredit seenaknya.
Menurut Sofjan, Indonesia tidak bisa melakukan industrialisasi bila bunga besar. Apalagi industri membutuhkan banyak dana untuk bisa membangun negara.

Ia menyebutkan rata-rata bank memberikan bunga sekitar 21% bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sedangkan sektor manufaktur mendapatkan sekitar 12-15%. Sementara di negara lain, bank memberikan bunga sekitar 5%-6%.

"Sudah waktunya BI mengontrol agar kita tau berapa untung yang diambil bank. Kita maunya sama-sama untung lah," ujarnya. (*/OL-9)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar