Senin, 28 Februari 2011

Bursa saham Jepang turun, yen menguat

JAKARTA: Bursa saham Jepang turun setelah yen menguat dan pengaruh kondisi politik di Timur Tengah.

Honda Motor Co., produsen mobil yang meraih 84% pendapatannya dari luar negeri, melemah 1%. Olympus Corp., eksportir kamera dan peralatan kesehatan juga turun 1,7%, JGC Corp., perusahaan pabrik manufaktur yang meraih 34% penjualannya dari Timur Tengah, melemah 0,4%, yang merupakan penurunan kedelapan dalam 9 hari.


NEC Corp., perusahaan produsen komputer terbesar di Jepang, turun 4,3% setelah Goldman Sachs Group Inc. menurunkan rating sahamnya.

The Nikkei 225 Stock Average melemah 0,3% menjadi 10.494,44 pada pukul 9:06 a.m. di Tokyo. The broader Topix index juga melemah 0,2% menjadi 939.82. Kedua indikator bursa Jepang itu turun terdalam sejak Agustus 2010 karena selama pekan lalu pasar menurun yang dipengaruhi oleh kondisi politik yang tidak stabil di Timur Tengah dan Afrika Utara yang menghambat pemulihan ekonomi global.

"Karena kondisi politik yang tidak stabil dan ini akan terus berlanjut, terutama di Libya, nilai tukar yen akan ditahan oleh para investor," kata Koichiro Nishio, seorang analis pasar di Tokyo yang bekerja di Nikko Cordial Securities Inc.

Kontrak Standard & Poor’s 500 Index turun 0,2% hari ini today. Indikator busa itu naik1,1% pada 25 Februari di New York.

Yen mengalami apresiasi menjadi sekitar 81,62 terhadap dolar hari ini, dibandingkan dengan 81,96 pada penutupan pasar pada perdagangan di Tokyo pada 25 Februari terhadap euro, yang berarti naik sekitar 112,10 dari 113,23.

Menguatnya yen meredam pendapatan perusahaan Jepang yang meraih pendapatan dari luar negeri jika dikonversi terhadap nilai tukar lokal mereka. (ln)
AddThis Social Bookmark Button

Tidak ada komentar:

Posting Komentar