PARIS: Saham-saham di bursa Eropa terpuruk untuk hari kelima seiring dengan memburuknya situasi di Libia yang mendongkrak minyak ke level tertinggi dalam 29 bulan. Saham RWE AG, utilitas terbesar kedua di Jerman, terpeleset 5,2% setelah melaporkan laba diprediksi turun tahun ini. Royal Bank of Scotland Group Plc anjlok 3,6% setelah membukukan kerugian yang lebih besar dari estimasi. Porsche SE tumbang 11% akibat rencana merger dengan Volkswagen AG kemungkinan tertunda.
Stoxx Europe 600 Index turun 0,6% menjadi 280,56 pada pukul 4:30 p.m. penutupan di London, terendah dalam bulan ini. Indeks ini turun 3,6% dari posisi tertinggi pada Agustus 2008 pada pekan lalu.
"Kita tidak tahu secara pasti berapa lama situasi di Libia bakal berakhir. Masih diwarnai ketidakpastian. Untuk bursa saham, dampaknya terasa atas bisnis yang tergantung dari minyak," kata Charles Dautresme, senior strategist Axa Investment Managers di Paris.
Minyak mentah di New York naik ke level tertinggi dalam 29 bulan setelah kondisi di Libia bisa mengganggu pasok negara itu. Minyak untuk pengiriman April mencapai US$103,41, tertinggi intraday sejak 29 September 2008 di New York Mercantile Exchange.
Indeks national turun pada 12 dari 18 pasar di Eropa barat. DAX Index Jerman turun 0,9%, FTSE 100 Inggris dan CAC 40 Prancis turun lebih dari 0,1%.
Saham RWE anjlok 5,2% menjadi 49,39 euro, terbesar dalam 10 bulan. Perusahaan melaporkan laba turun sekitar 30% tahun ini disebabkan pajak atas pembangkit nuklir dan harga listrik yang stagnan.
Saham RBS juga merosot 3,6% menjadi 45,60 pence setelah BUMN terbesar di Inggris itu melaporkan rugi bersih 2010 sebesar 1,1 miliar pounds (US$1,8 miliar).(yn)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar