TOKYO: Saham di bursa Australia dan berjangka di Jepang turun dipicu kekhawatiran makin meluasnya kerusuhan di Timur Tengah.
Saham BHP Billiton Ltd, produsen minyak terbesar di Australia, anjlok 1,9% di Sydney menyusul turunnya harga minyak pada 18 Februari. Untuk American depositary receipts Canon Inc, pembuat kamera terbesar di dunia, turun 0,3% dari posisi penutupan di Tokyo pada 18 Februari. Demikian juga dengan Toyota Motor Corp, terpeleset 0,3% setelah yen menguat atas dolar AS, menggerus kinerja ekspor.
S&P/ASX 200 Index Australia turun 0,4% pagi ini. Sementara kontrak Nikkei 225 Stock Average berakhir Maret ditutup pada 10.845 di Chicago 18 Februari, lebih rendah dari 10.850 di Osaka, Jepang.
"Investor tengah mencermati apakah situasi di Timur Tengah akan mempengaruhi optimisme pasar atas kinerja perekonomian AS," kata Kazuhiro Takahashi, general manager Daiwa Securities Capital Markets Co, Tokyo.
Sejumlah negara di Timur Tengah dan Afrika Utara tengah menghadapi protes antipemerintah menuntut penggantian rezim. Keberhasilan pemrotes di Tunisia dan Mesir meluas ke Libya, Alzajair, Yaman, dan Bahrain. Bahkan, menurut Human Rights Watch di Libya sebanyak 173 pemrotes tewas akibat tindakan represif pemerintahan Moamer Khadafi.
Minyak mentah untuk pengiriman Maret turun 0,2% menjadi US$86,20 per barel di New York pada 18 Februari. Penurunan itu merupakan yang pertama kali dalam 3 hari terakhir setelah White House memonitor rencana Iran membawa kapal perang melewati Terusan Suez.
Yen menguat sampai 83,05 per dolar AS di Tokyo hari ini, dari 83,28 penutupan pasar pekan lalu.(yn)
Saham BHP Billiton Ltd, produsen minyak terbesar di Australia, anjlok 1,9% di Sydney menyusul turunnya harga minyak pada 18 Februari. Untuk American depositary receipts Canon Inc, pembuat kamera terbesar di dunia, turun 0,3% dari posisi penutupan di Tokyo pada 18 Februari. Demikian juga dengan Toyota Motor Corp, terpeleset 0,3% setelah yen menguat atas dolar AS, menggerus kinerja ekspor.
S&P/ASX 200 Index Australia turun 0,4% pagi ini. Sementara kontrak Nikkei 225 Stock Average berakhir Maret ditutup pada 10.845 di Chicago 18 Februari, lebih rendah dari 10.850 di Osaka, Jepang.
"Investor tengah mencermati apakah situasi di Timur Tengah akan mempengaruhi optimisme pasar atas kinerja perekonomian AS," kata Kazuhiro Takahashi, general manager Daiwa Securities Capital Markets Co, Tokyo.
Sejumlah negara di Timur Tengah dan Afrika Utara tengah menghadapi protes antipemerintah menuntut penggantian rezim. Keberhasilan pemrotes di Tunisia dan Mesir meluas ke Libya, Alzajair, Yaman, dan Bahrain. Bahkan, menurut Human Rights Watch di Libya sebanyak 173 pemrotes tewas akibat tindakan represif pemerintahan Moamer Khadafi.
Minyak mentah untuk pengiriman Maret turun 0,2% menjadi US$86,20 per barel di New York pada 18 Februari. Penurunan itu merupakan yang pertama kali dalam 3 hari terakhir setelah White House memonitor rencana Iran membawa kapal perang melewati Terusan Suez.
Yen menguat sampai 83,05 per dolar AS di Tokyo hari ini, dari 83,28 penutupan pasar pekan lalu.(yn)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar