JAKARTA: Komitmen badan usaha milik negara (BUMN) dalam pembangunan infrastruktur koridor ekonomi tahap pertama (2011-2014) akan dipaparkan di Istana Bogor.
Seperti diketahui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini akan mempimpin rapat kerja pemerintah mulai pagi hari, dan bertempat di Istana Bogor. Rapat itu akan dihadiri menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II, pimpinan lembaga pemerintah nondepartemen, dan pimpinan BUMN
“Hal itu [komitmen BUMN untuk berinvestasi di koridor ekonomi] akan dibicarakan,” kata Staf Khusus Presiden bidang Informasi Heru Lelono melalui pesan singkat dari telepon genggamnya hari ini.
Sebelumnya Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan untuk mengetahui komitmen BUMN dan kalangan swasta untuk berinvestasi dalam membangun koridor ekonomi, akan digelar pertemuan (retreat) antara pemerintah pusat serta daerah dengan kalangan pimpinan BUMN serta pengusaha swasta.
“Tanggal 21 [Februari, dari hasil retreat] kita mengetahui berapa besar investasi BUMN, dimana, siapa mengerjakan apa dalam program koridor. Report langsung pada Presiden,” kata Hatta (Bisnis, 15 Februari 2011).
Seperti diketahui kebutuhan investasi untuk pembangunan infrastruktur koridor ekonomi tahap pertama (2011-2014) mencapai US$15O miliar.
Deputi Kepala BKPM Bidang Perencanaan Penanaman Modal Himawan Hariyoga mengungkapkan kebutuhan investasi tersebut direncanakan ditutup dari foreign direct investment (FDI) US$100 miliar sementara sisanya US$50 miliar akan ditutup dari APBN dan public private partnership. (Bisnis, 16 Februari 2011).(yn)
Seperti diketahui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini akan mempimpin rapat kerja pemerintah mulai pagi hari, dan bertempat di Istana Bogor. Rapat itu akan dihadiri menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II, pimpinan lembaga pemerintah nondepartemen, dan pimpinan BUMN
“Hal itu [komitmen BUMN untuk berinvestasi di koridor ekonomi] akan dibicarakan,” kata Staf Khusus Presiden bidang Informasi Heru Lelono melalui pesan singkat dari telepon genggamnya hari ini.
Sebelumnya Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan untuk mengetahui komitmen BUMN dan kalangan swasta untuk berinvestasi dalam membangun koridor ekonomi, akan digelar pertemuan (retreat) antara pemerintah pusat serta daerah dengan kalangan pimpinan BUMN serta pengusaha swasta.
“Tanggal 21 [Februari, dari hasil retreat] kita mengetahui berapa besar investasi BUMN, dimana, siapa mengerjakan apa dalam program koridor. Report langsung pada Presiden,” kata Hatta (Bisnis, 15 Februari 2011).
Seperti diketahui kebutuhan investasi untuk pembangunan infrastruktur koridor ekonomi tahap pertama (2011-2014) mencapai US$15O miliar.
Deputi Kepala BKPM Bidang Perencanaan Penanaman Modal Himawan Hariyoga mengungkapkan kebutuhan investasi tersebut direncanakan ditutup dari foreign direct investment (FDI) US$100 miliar sementara sisanya US$50 miliar akan ditutup dari APBN dan public private partnership. (Bisnis, 16 Februari 2011).(yn)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar