Minggu, 20 Februari 2011

Bulog belum Ada Anggaran untuk Beli Gabah Berkualitas

JAKARTA--MICOM: Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) tentang Rafaksi Gabah dianggap tidak mencakup ketentuan membeli gabah yang berkualitas di atas standar. Anggapan itu merespons pernyataan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Sutarto Alimueso yang menyatakan belum ada anggaran untuk membeli gabah yang berkualitas di atas standar.

Penilaian itu dikemukakan Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir, Sabtu (19/2).

Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengatakan, Permentan Rafaksi Gabah telah dirilis pada 11 Februari 2011 di mana Perum Bulog juga diminta membeli gabah yang berkualitas di atas standar dengan harga yang lebih tinggi daripada Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

"Bulog itu alat. Pernyataan Mentan bahwa Bulog harus beli gabah di atas standar HPP kan lisan, bukan tertulis. Jadi wajar Dirut Bulog bilang belum ada anggaran (untuk membeli gabah yang berkualitas di atas standar dengan harga di atas HPP)," kata Winarno.

Winarno juga menyayangkan penyerapan gabah per 17 Februari 2011 yang hanya 20.000 ton. "Dua hari lalu, baru 20.000 ton gabah yang diserap. Padahal di kontrak, 42.000 ton. Saya jadi ragu target bisa dicapai. Padahal, target sampai Juni (2010) 2,8 juta ton. Target batas atas sampai Desember (2010) 3,5 juta ton, batas bawah 2,5 juta ton." (*/OL-8)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar