Kamis, 24 Februari 2011

BI: Rupiah akan Terus Menguat

JAKARTA--MICOM: Bank Indonesia akan membiarkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus menguat dengan tujuan mengurangi tekanan inflasi yang diperkirakan akan datang dari sisi impor.
"Iya, pada dasarnya akan kita lepas, karena itu bisa dijadikan tools (alat) meredam tekanan inflasi," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A Sarwono di Jakarta, Kamis (24/2).

Hartadi juga mengatakan, BI tidak menentukan batas tertentu penguatan rupiah terhadap dolar AS. "Tidak ada level batasnya," katanya.

Nilai tukar rupiah sejak BI menaikkan BI rate dari 6,5 persen menjadi 6,75 persen awal Februari lalu terus menguat dari Rp9.000 menjadi Rp8.845 per dolar AS.

Derasnya capital inflow yang masuk setelah naiknya BI rate membuat nilai tukar rupiah terus menguat.

Hartadi juga menjelaskan bahwa tekanan inflasi ke depan akan lebih disebabkan karena inflasi barang impor seperti kenaikan harga minyak dunia dan harga pangan.

"Yang terus kita monitor harga minyak dunia karena bisa langsung pengaruhi harga Pertamax. Sejak awal risiko terbesar inflasi ke depan adalah imported inflation dari migas dan harga pangan dunia," katanya.

Nilai tukar rupiah pada pekan ini terus berada di bawah Rp8.900 per dolar AS dan pada Kamis ini berada di posisi Rp8.857 per dolar AS berdasarkan kurs tengah BI.

Mengenai dampak inflasi dari rencana pembatasan BBM bersubsidi, Hartadi mengatakan jika itu dilakukan maka akan menambah inflasi 0,7 persen untuk inflasi secara nasional.

"Kalau nantinya batal ya dampak inflasinya gak ada," katanya. (Ant/OL-9)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar