Kamis, 24 Februari 2011

BI godok kebijakan antisipasi laju inflasi

JAKARTA: BI siap melepas apresiasi nilai tukar rupiah terhadap valuta asing sebagai opsi kebijakan moneter untuk menekan laju inflasi jika harga minyak dunia semakin liar.


Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono mengatakan bank sentral saat ini tengah menyiapkan opsi kebijakan moneter untuk mengantisipasi laju inflasi dari kenaikan harga minyak dunia.

"Kami akan pelajari terus bauran kebijakannya termasuk apresiasi nilai tukar untuk meminimalkan imported inflation dari commodity prices,” ujarnya, malam ini.

Dia mengemukakan pihaknya masih terus memonitor perkembangan situasi politik di kawasan Afrika dan Timur Tengah khususnya negara produsen minyak karena bisa berdampak kepada harga minyak dunia.

Meskipun begitu, sambungnya, bank sentral belum bisa memprediksikan seberapa besar pengaruh kenaikan harga minyak terhadap inflasi dalam negeri. Namun bank sentral akan menjaga agar tak lepas dari target 5%±1%.

“Tergantung seberapa besar kenaikan harga minyaknya. Saya belum punya hitungan baru, kami akan tetap jaga tidak keluar dari target."

Dia mengapresiasi langkah antisipasi pemerintah dengan menunda pengalihan konsumsi bahan bakar premium ke pertamax, sehingga dampak inflasi sekitar 0,7% tidak terjadi. (yus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar