Senin, 28 Februari 2011

Bank SBI jajaki akuisisi bank lokal


MEDAN: Bank SBI Indonesia sedang menjajaki akuisi sebuah bank lokal untuk memperkuat jaringan dan penetrasi pasar sektor usaha menengah dan kecil di Indonesia.
President Director Bank SBI Indonesia Rajiv Saran membenarkan bank yang dipimpinnya sedang melakukan penjajakan terhadap sejumlah bank di Indonesia untuk diakuisisi sebagai salah satu aksi korporasi untuk memperluas pasar usaha menengah dan kecil.

“Ada beberapa bank yang sedang diincar. Statusnya masih dalam penjajakan. Belum sampai pada deal untuk melakukan akuisisi,” ujarnya menjawab Bisnis di Medan akhir pekan lalu.
Menurut dia, sejak State Bank Of India (SBI) masuk ke Indonesia dengan membeli mayoritas saham Bank Indomonex, SBI melihat prospek perbankan di Indonesia sangat bagus karena didukung stabilitas politik yang baik, jumlah penduduk yang besar, pertumbuhan ekonomi yang senantiasa bagus, serta pembiayaan ekspor yang belum ditangani dengan baik.
SBI bersama mitranya di Indonesia, kata dia, mau mengembangkan Bank SBI Indonesia dari 14 kantor cabang saat ini di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan. “Kami mau mengembangkan jaringan dengan mengambilalih sebuah bank lokal yang selama ini fokus kepada usaha menengah dan kecil,” tandasnya.
SBI masuk ke Indomonex sejak 2007 dengan saham sebesar 76% dan sisanya mitra lokal PT Rapindo Jaya sebesar 24%.
“Kami mendapatkan dukungan kuat dari bank terbesar di India yaitu State Bank of India (SBI) dengan mengucurkan dana berapapun besarnya untuk mengembangkan jaringan di Indonesia.
Bank yang memiliki total aset sampai akhir 2010 Rp1,6 triliun itu, paparnya, menargetkan menjadi salah satu perbankan yang memainkan peranan dalam pembiayaan perdagangan khsususnya antara Indonesia-India pada 2010 mencapai US$12 miliar.
Sementara itu, Direktur Bank SBI Indonesia S. Sathyarmrthy Menambahkan bank tersebut siap membantu pengusaha Indonesia membuka akses pedagangan ke India secara langsung dan tidak harus lewat Singapura.
Selama ini, tuturnya, pedagangan Indonesia-India selalu lewat Singapura dengan menggunakan dollar Amerika Serikat sebagai mata uang utama. “Kami mampu memfasilitasi perdagangan Indonesia-India secara langsung dengan menggunakan uang Rupee (tanpa dollar AS), sehingga lebih efisien dan menguntungkan,” tuturnya.
Selain itu, kata dia, Bank SBI Indonesia mampu memberikan kredit investasi di bidang infrastuktur kepada pengusaha Indonesia dengan suku bunga bersaing. “Kami siap mendanai proyek infrastuktur dan industri.(api)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar