Sabtu, 19 Februari 2011

Bank Mega patok pertumbuhan kredit & DPK 25%

SURABAYA: Bank Mega pada 2011 menargetkan pertumbuhan kredit yang disalurkan bisa tumbuh 25% atau mencapai Rp30 triliun, sedangkan untuk penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) bisa tumbuh sama dan mencapai Rp50 triliun.
Direktur Utama Bank Mega J.B. Kendarto mengatakan manajemen menargetkan pertumbuhan kredit dan DPK sebesar 25% pada 2011.

"Untuk kredit per September 2010 mencapai Rp22,64 triliun, bila akhir tahun lalu kredit pada kisaran Rp23 triliun - Rp24 triliun maka dengan target tumbuh 25% pada akhir 2011 bisa mencapai Rp30 triliun. Hasil penyaluran kredit per September 2010 itu ternyata tumbuh 30,4% dari periode sama tahun sebelumnya," kata Kendarto kepada pers di sela-sela Customer Gathering di Surabaya, tadi malam.

Kendarto menjelaskan bahwa capaian penghimpunan DPK per Setember 2010 mencapai Rp36,51 triliun, atau tumbuh 27,2% dari realisasi periode sama 2009 sebesar Rp28,6 triliun.

"Pada 2011 ini diharapkan penghimpunan DPK bisa mencapai sekitar Rp50 triliun," ujarnya.

Komposisi DPK, menurut dia, secara ideal manajemen menghendaki agar 70% dikontribusi tabungan dan giro serta 30% lagi dari deposito.

"Kini komposisinya masih 55% untuk tabungan dan giro, sedangkan deposito mencapai 45%."

Untuk asset, lanjut dia, mencapai Rp45,09 triliun per September 2010 atau tumbuh 29,1% dari periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp34,9 triliun.

"Harapannya pada 2011 asset bisa mencapai Rp56 triliun," tegasnya.

Sedangkan laba setelah pajak, kata dia, pada September 2010 mencapai Rp631 miliar atau tumbuh 91,8% dari laba periode sama 2009 yang mencapai Rp329 miliar.

Kendarto mengatakan untuk loan to deposit ratio (LDR) pihaknya kini mencapai 60% - 70%.

"Manajemen sudah siap untuk kena pinalti, karena BI mensyaratkan untuk LDR bisa sekitar 80%. Langkah menahan kisaran LDR itu diharapkan untuk menjaga kondisi Bank Mega sebagai bank skala menengah dalam mengantisipasi bila sewaktu-waktu terjadi krisis sehingga mesti melakukan stabilisasi keuangan," ungkapnya.

Untuk posisi non performing loan (NPL), tegas dia, Bank Mega berada di kisaran 1%

"Ke depan manajemen Bank Mega akan lebih konsen untuk memberikan layanan kredit pada sektor UMKM yang tahun lalu outstandingnya mencapai Rp1,1 triliun. Harapannya bisa tumbuh 100%," ujarnya. (er)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar