Jumat, 25 Februari 2011

Bank Mandiri catat oversubscribed Rp1,3 triliun

JAKARTA: PT Bank Mandiri Tbk menyebutkan eksekusi penawaran saham terbatas perseroan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar Rp1,3 triliun dari pemegang saham eksisting nonpemerintah.

Bank pelat merah itu secara resmi mencatatkan penerbitan saham baru setelah mengakhiri masa perdagangan pada 21 Februari 2011.

Saham publik yang beredar bertambah menjadi 23,33 miliar lembar setelah ada penambahan 2,34 miliar lembar saham baru.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Bank Mandiri Pahala N. Mansyuri mengatakan eksekusi saham baru pada 14-21 Februari 2011 mengalami kelebihan permintaan dari pemegang saham eksisting nonpemerintah.

"Jatah mereka [pemegang saham eksisting] sudah ambil. Namun, mereka memesan lebih hingga Rp1,3 triliun, karena semua hak dieksekusi. Jadi semua diserap oleh investor," ujarnya kepada Bisnis, malam ini.

Pemerintah, selaku pemegang saham mayoritas, menetapkan harga penawaran saham terbatas Bank Mandiri sebesar Rp5.000 per lembar.

Adapun, saham pemerintah yang tidak dieksekusi dilepas Rp5.250 per lembar saham. Setelah aksi korporasi ini, kepemilikan pemerintah di Bank Mandiri yang sebelumnya 66,7% akan terdilusi menjadi 60%.

Total saham Bank Mandiri yang beredar di pasar akan meningkat menjadi 23,33 miliar lembar saham. Dari rights issue tersebut Bank Mandiri meraup dana Rp11,68 triliun, sehingga mampu mendorong rasio kecukupan modal (CAR) dari 13,3% menjadi sekitar 15%. (yes)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar