JAKARTA--MICOM: Pemerintah memperkirakan rata-rata nilai tukar Rupiah sepanjang tahun 2011 bisa berada di kisaran Rp8.900 per dolar AS, lebih rendah dari asumsi APBN 2011 Rp9.250. Pasalnya apresiasi nilai tukar masih akan berlanjut.
Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementrian Keuangan Bambang PS Brodjonegoro mengatakan sepanjang Januari, rata-rata kurs rupiah berkisar Rp8.998 per dolar AS.
Meski sempat terdepresiasi pada pertengahan Februari, diperkirakan tren penguatan rupiah akan kembali berlanjut. Tetapi masih dalam kisaran yang aman.
"Rupiah masih akan menguat. Kisaran Rp8.900 atau mendekati Rp9.000 akan menjadi rata-rata tahunan," tuturnya dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (17/2).
Menurut Bambang, apresiasi rupiah tersebut diyakini akan dapat meredam tekanan inflasi pada tahun ini, terutama untuk inflasi yang berasal dari barang-barang impor. (Tup/OL-9)
Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementrian Keuangan Bambang PS Brodjonegoro mengatakan sepanjang Januari, rata-rata kurs rupiah berkisar Rp8.998 per dolar AS.
Meski sempat terdepresiasi pada pertengahan Februari, diperkirakan tren penguatan rupiah akan kembali berlanjut. Tetapi masih dalam kisaran yang aman.
"Rupiah masih akan menguat. Kisaran Rp8.900 atau mendekati Rp9.000 akan menjadi rata-rata tahunan," tuturnya dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (17/2).
Menurut Bambang, apresiasi rupiah tersebut diyakini akan dapat meredam tekanan inflasi pada tahun ini, terutama untuk inflasi yang berasal dari barang-barang impor. (Tup/OL-9)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar