Sabtu, 19 Februari 2011

AS Investasi Teknologi Pertanian dan Sumber Energi

JAKARTA--MICOM: Delegasi US-ASEAN Business Council telah sepakat dengan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan investasi di Tanah Air terutama di bidang teknologi pertanian dan sumber energi.

Hal itu terungkap seusai delegasi AS bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama kurang lebih satu jam di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (18/2).

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan peningkatan investasi ini merupakan kelanjutan dari komitmen kunjungan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama November silam. Saat itu, Amerika berencana menjadi investor terbesar di Indonesia.

"Ini merupakan follow up kunjungan Obama. Presiden Susilo dalam pertemuan tadi meminta para pengusaha Amerika mengembangkan teknologi pertanian yang hemat energi dan sumber energi yang bersih," kata Hatta dalam keterangan persnya.

Presiden didampingi Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh, dan Menteri Perindustrian MS Hidayat.

Adapun delegasi US-ASEAN Business Council terdiri atas President of USABC Alexander Feldman, Director USABC Mike Orgill, Global Director Governmental Affairs Clay Thomson, Senior VP International Realtion Freeport Russel King, Presiden GE Asean Stuart Dean, Head of Fiscal affairs and strategy HM Sampoerna Chris Nelson dan Chevron Indonesia Steve Green.

Menurut Hatta, kerja sama itu sesuai dengan program pembangunan triple track strategy plus pemerintah. Yakni, propertumbuhan (pro-growth), pro-pro job (pro-lapangan pekerjaan), propenanggulangan kemiskinan (pro-poor), plus prolingkungan (pro-environment). Ia menambahkan, sejumlah perusahaan yang memiliki komitmen adalah Chevron, Exxon, General Electrik, dan Coca Cola.

"Perusahaan-perusahaan itu menyatakan komitmen untuk menambah investasi itu. Mereka menyatakan banyak sekali kemajuan Indonesia dalam kemajuan investasi," kata Hatta.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menambahkan Indonesia akan menjadi tuan rumah konferensi Overseas Private Investment Cooperation (OPIC) pada Mei nanti. Mari berharap pertemuan ini menyedot banyak investor Amerika Serikat ke Indonesia.

"Keberadaan OPIC conference di Indonesia akan mendatangkan banyak sekali perusahaan Amerika," katanya. (Nav/OL-11)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar