JAKARTA: Empat bank BUMN berkomitmen menyalurkan kredit dengan total nilai Rp834,96 triliun pada tahun ini, atau naik 21,78% dibandingkan dengan perkiraan kredit yang disalurkan sepanjang tahun lalu Rp685,59 triliun.
Berdasarkan data Kementerian BUMN, kredit empat bank pemerintah tersebut terbagi atas penyaluran kredit modal kerja, investasi, dan konsumsi, baik dalam denominasi rupiah maupun valuta asing, serta kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dari total penyaluran tersebut, dana kredit paling banyak dialokasikan untuk kredit berdenominasi rupiah dalam bentuk modal kerja, investasi, dan konsumsi yakni Rp721,9 triliun. Jumlah ini meningkat 23,92% dibandingkan dengan Rp582,54 triliun pada tahun lalu.
Adapun, untuk kredit UMKM sebesar Rp287,49 triliun atau tumbuh 23,88% dibandingkan dengan Rp232,07 triliun pada tahun lalu. Untuk kredit modal kerja, investasi, dan konsumsi dalam valuta asing dialokasikan sebesar Rp77,08 triliun, atau naik 14,44% dibandingkan dengan Rp67,35 triliun pada 2009.
Kredit tersebut akan difokuskan pada sektor-sektor unggulan dan prospektif seperti industri pengolahan, sektor perdagangan, pertanian dan kehutanan, transportasi, pergudangan, komunikasi, perantara keuangan, pertambangan, penggalian, sektor konstruksi, listrik, serta gas dan air.
Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN Parikesit Suprapto menjelaskan komitmen penyaluran kredit PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) itu tidak hanya disalurkan kepada sesama BUMN, tetapi juga kepada pihak swasta.
"Tahun ini, dari empat Bank BUMN yang ada sudah berkomitmen untuk menyalurkan kredit sekitar Rp800 triliun. itu tidak hanya untuk BUMN, tetapi juga swasta," ujarnya Jumat lalu.
Adapun rencana untuk penyaluran kredit empat bank pelat merah itu pada 2012 naik hingga menjadi Rp975 triliun dan Rp1.200 pada 2013.
"Saya belum tahu dari [bank] mana yang paling besar, tetapi total target kami pada tahun ini hingga 2013 yang tadi saya sebutkan. Itu semua sudah tercantum dalam RBB [rencana bisnis bank]," katanya. (yes)
Berdasarkan data Kementerian BUMN, kredit empat bank pemerintah tersebut terbagi atas penyaluran kredit modal kerja, investasi, dan konsumsi, baik dalam denominasi rupiah maupun valuta asing, serta kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dari total penyaluran tersebut, dana kredit paling banyak dialokasikan untuk kredit berdenominasi rupiah dalam bentuk modal kerja, investasi, dan konsumsi yakni Rp721,9 triliun. Jumlah ini meningkat 23,92% dibandingkan dengan Rp582,54 triliun pada tahun lalu.
Adapun, untuk kredit UMKM sebesar Rp287,49 triliun atau tumbuh 23,88% dibandingkan dengan Rp232,07 triliun pada tahun lalu. Untuk kredit modal kerja, investasi, dan konsumsi dalam valuta asing dialokasikan sebesar Rp77,08 triliun, atau naik 14,44% dibandingkan dengan Rp67,35 triliun pada 2009.
Kredit tersebut akan difokuskan pada sektor-sektor unggulan dan prospektif seperti industri pengolahan, sektor perdagangan, pertanian dan kehutanan, transportasi, pergudangan, komunikasi, perantara keuangan, pertambangan, penggalian, sektor konstruksi, listrik, serta gas dan air.
Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN Parikesit Suprapto menjelaskan komitmen penyaluran kredit PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) itu tidak hanya disalurkan kepada sesama BUMN, tetapi juga kepada pihak swasta.
"Tahun ini, dari empat Bank BUMN yang ada sudah berkomitmen untuk menyalurkan kredit sekitar Rp800 triliun. itu tidak hanya untuk BUMN, tetapi juga swasta," ujarnya Jumat lalu.
Adapun rencana untuk penyaluran kredit empat bank pelat merah itu pada 2012 naik hingga menjadi Rp975 triliun dan Rp1.200 pada 2013.
"Saya belum tahu dari [bank] mana yang paling besar, tetapi total target kami pada tahun ini hingga 2013 yang tadi saya sebutkan. Itu semua sudah tercantum dalam RBB [rencana bisnis bank]," katanya. (yes)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar