JAKARTA--MICOM: Pemerintah akan melakukan uji coba pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada angkutan umum kecil di wilayah Jabodetabek.
Untuk tahap pertama, uji coba akan dilakukan terhadap angkutan umum jenis mikrolet nomor M-01, M-01A, dan M-01G untuk trayek Kampung Melayu-Senen.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Suroyo Alimoeso menyatakan, uji coba dilakukan sebagai persiapan penerapan program pembatasan BBM bersubsidi untuk angkutan penumpang maupun barang berpelat kuning mulai April mendatang.
Selain angkutan massal, pemerintah juga akan segera menerapkan uji coba terhadap sekitar 1.850 taksi yang berstiker Bandara Soekarno Hatta.
“Nantinya angkutan umum itu akan ditempeli stiker uji coba yang dilengkapi dengan barcode, sehingga dapat dipindai di SPBU, apa trayek dan berapa kuota BBM-nya,†ujarnya dalam Rapat Persiapan Uji Coba Subsidi BBM untuk Angkutan Kota di kantornya, Selasa (25/1).
Kampung Melayu-Senen misalnya. Jaraknya 15 kilometer. Sekali jalan pulang pergi butuh dua liter. Kalau sehari 10 kali layani trayek berarti butuh 20 liter, itulah kuotanya.
Ia menyatakan, pihaknya belum dapat memastikan waktu pelaksanaan uji coba tersebut. Pasalnya, lanjut dia, hal tersebut akan diputuskan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun, ia berharap uji coba dapat segera dilakukan selambat-lambatnya pekan depan. (CS/OL-9)
Untuk tahap pertama, uji coba akan dilakukan terhadap angkutan umum jenis mikrolet nomor M-01, M-01A, dan M-01G untuk trayek Kampung Melayu-Senen.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Suroyo Alimoeso menyatakan, uji coba dilakukan sebagai persiapan penerapan program pembatasan BBM bersubsidi untuk angkutan penumpang maupun barang berpelat kuning mulai April mendatang.
Selain angkutan massal, pemerintah juga akan segera menerapkan uji coba terhadap sekitar 1.850 taksi yang berstiker Bandara Soekarno Hatta.
“Nantinya angkutan umum itu akan ditempeli stiker uji coba yang dilengkapi dengan barcode, sehingga dapat dipindai di SPBU, apa trayek dan berapa kuota BBM-nya,†ujarnya dalam Rapat Persiapan Uji Coba Subsidi BBM untuk Angkutan Kota di kantornya, Selasa (25/1).
Kampung Melayu-Senen misalnya. Jaraknya 15 kilometer. Sekali jalan pulang pergi butuh dua liter. Kalau sehari 10 kali layani trayek berarti butuh 20 liter, itulah kuotanya.
Ia menyatakan, pihaknya belum dapat memastikan waktu pelaksanaan uji coba tersebut. Pasalnya, lanjut dia, hal tersebut akan diputuskan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun, ia berharap uji coba dapat segera dilakukan selambat-lambatnya pekan depan. (CS/OL-9)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar