JAKARTA--MICOM: Permintaan kalangan industri untuk memenuhi kebutuhan pasokan gas total 1.520,74 juta standar kaki kubik per hari (million metric standard cubic feet per day/mmscfd) kandas sudah. Pemerintah hingga kini tidak bisa memberi jaminan pasokan gas tersebut bisa dipenuhi tahun ini.
"Tahun ini sepertinya kita tidak bisa berharap kebutuhan total itu bisa terpenuhi. Dalam pertemuan dengan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Evita H Legowo pekan lalu kita tidak mendapat alokasi tambahan. Pemerintah hanya menjanjikan apa yang sudah tertera dalam kontrak pasokan 538 mmscfd itu yang akan dipenuhi," ujar Sekretaris Jenderal Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) Achmad Widjaja, kepada Media Indonesia, Minggu (23/1).
Dengan demikian imbuhnya, dipastikan permintaan pemenuhan kebutuhan minimum sekalipun dikisaran 801 MMscfd gas tidak akan terpenuhi. "Jadi yang bisa diharapkan hanya 538 MMscfd itu atau justru turun ketimbang realisasi 2010 yang 584 mmscfd," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, FIPGB sempat menagih janji pemerintah pada pertengahan 2010 lalu yang akan mengalihkan 100 MMscfd gas untuk keperluan membantu produksi minyak (lifting) PT Chevron Pacifik Indonesia.
"Kita menagih janji pengalihan alokasi itu yang dilontarkan Menteri Koordinator Perekonomian dan menteri ESDM di depan rapat kerja gabungan dengan Komisi IV, VI dan VII DPR tahun lalu yang hingga kini sama sekali tidak pernah disinggung lagi," ujarnya. (Jaz/OL-2)
"Tahun ini sepertinya kita tidak bisa berharap kebutuhan total itu bisa terpenuhi. Dalam pertemuan dengan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Evita H Legowo pekan lalu kita tidak mendapat alokasi tambahan. Pemerintah hanya menjanjikan apa yang sudah tertera dalam kontrak pasokan 538 mmscfd itu yang akan dipenuhi," ujar Sekretaris Jenderal Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) Achmad Widjaja, kepada Media Indonesia, Minggu (23/1).
Dengan demikian imbuhnya, dipastikan permintaan pemenuhan kebutuhan minimum sekalipun dikisaran 801 MMscfd gas tidak akan terpenuhi. "Jadi yang bisa diharapkan hanya 538 MMscfd itu atau justru turun ketimbang realisasi 2010 yang 584 mmscfd," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, FIPGB sempat menagih janji pemerintah pada pertengahan 2010 lalu yang akan mengalihkan 100 MMscfd gas untuk keperluan membantu produksi minyak (lifting) PT Chevron Pacifik Indonesia.
"Kita menagih janji pengalihan alokasi itu yang dilontarkan Menteri Koordinator Perekonomian dan menteri ESDM di depan rapat kerja gabungan dengan Komisi IV, VI dan VII DPR tahun lalu yang hingga kini sama sekali tidak pernah disinggung lagi," ujarnya. (Jaz/OL-2)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar