JAKARTA. Target laba bank BUMN terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2011 pemerintah ingin laba bank-bank pelat merah naik 20% atau mencapai Rp 24,06 triliun dibanding posisi 2010 yang diproyeksikan Rp 20,05 triliun.
"Pertumbuhannya bagus. Jadi kalau saya berharap keuntungan naik 20% sangat wajar," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Jumat (28/1). Laba bank BUMN pada 2010 diperkirakan naik 14,97%.
Menurut Mustafa, target laba bank BUMN ini bisa dicapai dengan ekspansi kredit. Maka itu, bunga pinjaman diharapkan turun sehingga kredit mengucur dan laba melejit. "Bank BUMN sudah kami giring ke pasar modal. Mereka dapat modal besar, kembangkan dong usaha, ekspansi kredit," paparnya.
Kendati labanya kinclong dan targetnya terus naik, namun bank BUMN tidak sanggup mengangkat rasio pinjaman terhadap simpanan atawa loan to deposit ratio (LDR).
LDR beberapa bank BUMN masih di luar ketentuan BI. Tengok saja, per kuartal III-2010, LDR BNI dan Bank Mandiri masih di bawah ketentuan yang dipatok 78%. Pada periode itu, LDR BNI hanya 68,64% dan Bank Mandiri 69,62%.
Sedangkan LDR Bank Tabungan Negara (BTN) mencapai 114,30% atau di atas batas maksimal 100%. Hanya Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang sesuai ketentuan dengan LDR sebesar 88,98%.
Deputi Menteri Bidang Perbankan dan Jasa Keuangan Parikesit Soeprapto mengatakan, bank BUMN terbilang kencang dalam ekspansi kredit. Melesetnya LDR disebabkan hal lain. "Mandiri itu secara nominal ekspansi kreditnya besar. Tapi rasionya rendah karena ada dana rekap bond," katanya.
Sedangkan BNI, saat ini sedang dalam proses restrukturisasi sehingga memengaruhi kinerja, termasuk LDR. Namun diharapkan, LDR BNI bisa kembali normal.
Direktur Keuangan dan Strategis Bank Mandiri Pahala Mansury mengatakan, Mandiri berharap LDR naik seiring kenaikan penyaluran kredit sepanjang 2010 yang mencapai 23%. "Di tahun 1998, kami mulai dengan LDR yang rendah. Tpi kalau dilihat dari tahun ke tahun kami tingkatkan terus LDR," ujarnya.
"Pertumbuhannya bagus. Jadi kalau saya berharap keuntungan naik 20% sangat wajar," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Jumat (28/1). Laba bank BUMN pada 2010 diperkirakan naik 14,97%.
Menurut Mustafa, target laba bank BUMN ini bisa dicapai dengan ekspansi kredit. Maka itu, bunga pinjaman diharapkan turun sehingga kredit mengucur dan laba melejit. "Bank BUMN sudah kami giring ke pasar modal. Mereka dapat modal besar, kembangkan dong usaha, ekspansi kredit," paparnya.
Kendati labanya kinclong dan targetnya terus naik, namun bank BUMN tidak sanggup mengangkat rasio pinjaman terhadap simpanan atawa loan to deposit ratio (LDR).
LDR beberapa bank BUMN masih di luar ketentuan BI. Tengok saja, per kuartal III-2010, LDR BNI dan Bank Mandiri masih di bawah ketentuan yang dipatok 78%. Pada periode itu, LDR BNI hanya 68,64% dan Bank Mandiri 69,62%.
Sedangkan LDR Bank Tabungan Negara (BTN) mencapai 114,30% atau di atas batas maksimal 100%. Hanya Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang sesuai ketentuan dengan LDR sebesar 88,98%.
Deputi Menteri Bidang Perbankan dan Jasa Keuangan Parikesit Soeprapto mengatakan, bank BUMN terbilang kencang dalam ekspansi kredit. Melesetnya LDR disebabkan hal lain. "Mandiri itu secara nominal ekspansi kreditnya besar. Tapi rasionya rendah karena ada dana rekap bond," katanya.
Sedangkan BNI, saat ini sedang dalam proses restrukturisasi sehingga memengaruhi kinerja, termasuk LDR. Namun diharapkan, LDR BNI bisa kembali normal.
Direktur Keuangan dan Strategis Bank Mandiri Pahala Mansury mengatakan, Mandiri berharap LDR naik seiring kenaikan penyaluran kredit sepanjang 2010 yang mencapai 23%. "Di tahun 1998, kami mulai dengan LDR yang rendah. Tpi kalau dilihat dari tahun ke tahun kami tingkatkan terus LDR," ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar