Minggu, 23 Januari 2011

Surat utang diminta jadi unsur penguat stabilisasi krisis Eropa

LONDON: Upaya penguatan fasilitas dana stabilisasi krisis Eropa, European Financial Stability Facility (EFSF), disarankan memasukkan unsur pembelian surat utang pemerintah atau injeksi dana ke bank-bank komersial.

"Saya bisa bayangkan fasilitas itu bisa merekap bank atau membeli surat utang pemerintah. Tapi isu ini harus diputuskan pada tingkat politik," jelas Juergen Stark, anggota Dewan Eksekutif Bank Sentral Eropa (ECB), akhir pekan lalu.

Para pemimpin di Eropa tengah merumuskan berbagai cara untuk mereformasi kebijakan merespons krisis setelah Irlandia dan Yunani terpaksa meminta dana talangan (bail-out) dari Uni Eropa dan IMF pada tahun lalu.

ECB telah membeli surat utang pemerintah dan menyediakan fasilitas pinjaman darurat kepada perbankan guna melawan krisis. Presiden ECB Jean-Claude Trichet telah meminta pemerintah meningkatkan upaya pemulihan kepercayaan pasar.

"Keputusan untuk membeli surat utang pemerintah merupakan langkah di luar kebiasaan yang diambil di tengah situasi yang tak terduga," tambah Stark.

Pada 14 Januari, anggota konsil ECB Athanasios Orphanides menyatakan penilaiannya bahwa bank sentral akan menghentikan pembelian surat utang jika pembelian aset dalam EFSF bisa memperbaiki fungsi transmisi kebijakan moneter.

Stark juga menolak usulan pemerintah terkait penerbitan bersama surat utang berdenominasi euro. Hal ini dianggap akan memunculkan disinsentif terhadap upaya menyehatkan kebijakan di masing-masing negara anggota. (dea/esu)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar