JAKARTA--MICOM: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah melansir data penanam modal asing (PMA) terbesar di Indonesia. Negara tetangga Singapura menempati posisi pertama di triwulan IV tahun 2010, sementara itu di nomor kedua adalah Inggris.
"Untuk urutan pertama dipegang Singapura. Investasi mereka di Indonesia mencapai angka US$2,26 miliar atau mencapai 55,2% dari total PMA yang ada di Indonesia," ujar Kepala BKPM Gita Wirjawan saat menggelar jumpa pers di Gedung BKPM, Jakarta, Minggu (23/1).
Dikatakan Gita, Singapura memang tidak menanamkan modal secara besar-besaran. Namun, dengan sistem investasi yang kecil namun stabil, itu yang menjadikan Singapura sebagai negara investor terbesar di Indonesia.
Gita juga menambahkan bahwa, sektor-sektor yang diminati oleh Singapura adalah sektor industri makanan, industri manufaktur, industri telekomunikasi, dan juga sarana transportasi serta infrastruktur.
"Total sudah 157 proyek yang diinvestasikan Singapura ke Indonesia," lanjut Gita.
Sementara itu, Inggris berada di urutan kedua dengan total nilai investasi sebesar US$175,5 juta atau mencapai 4.3% dari total PMA di Indonesia, dengan total 84 proyek. Untuk posisi ketiga, ditempati Jepang dengan total nilai investasi di Indonesia, sebesar US$ 135,8 juta atau 3,3% dari total PMA dengan total 151 proyek.
Lebih lanjut, Gita juga memaparkan posisi keempat dan kelima diisi Belanda dan Korea Selatan. Belanda dengan total investasi US$120,3 juta (2,9% dari total investasi) dengan 44 proyek. Sedangkan, total investasi Korea Selatan adalah sebesar US$102,9 juta (2,5% dari total investasi) dengan jumlah proyek sebanyak 143.
"Yang menjadi perhatian khusus kami pada 2011 adalah Korea Selatan. Kami sudah berkunjung ke sana dan para investor di sana tampak sangat antusias dan berkomitmen untuk melakukan investasi di Indonesia. Kita akan terus melobi agar mereka mau menanamkan modalnya di kita," tutup Gita. (*/OL-11)
"Untuk urutan pertama dipegang Singapura. Investasi mereka di Indonesia mencapai angka US$2,26 miliar atau mencapai 55,2% dari total PMA yang ada di Indonesia," ujar Kepala BKPM Gita Wirjawan saat menggelar jumpa pers di Gedung BKPM, Jakarta, Minggu (23/1).
Dikatakan Gita, Singapura memang tidak menanamkan modal secara besar-besaran. Namun, dengan sistem investasi yang kecil namun stabil, itu yang menjadikan Singapura sebagai negara investor terbesar di Indonesia.
Gita juga menambahkan bahwa, sektor-sektor yang diminati oleh Singapura adalah sektor industri makanan, industri manufaktur, industri telekomunikasi, dan juga sarana transportasi serta infrastruktur.
"Total sudah 157 proyek yang diinvestasikan Singapura ke Indonesia," lanjut Gita.
Sementara itu, Inggris berada di urutan kedua dengan total nilai investasi sebesar US$175,5 juta atau mencapai 4.3% dari total PMA di Indonesia, dengan total 84 proyek. Untuk posisi ketiga, ditempati Jepang dengan total nilai investasi di Indonesia, sebesar US$ 135,8 juta atau 3,3% dari total PMA dengan total 151 proyek.
Lebih lanjut, Gita juga memaparkan posisi keempat dan kelima diisi Belanda dan Korea Selatan. Belanda dengan total investasi US$120,3 juta (2,9% dari total investasi) dengan 44 proyek. Sedangkan, total investasi Korea Selatan adalah sebesar US$102,9 juta (2,5% dari total investasi) dengan jumlah proyek sebanyak 143.
"Yang menjadi perhatian khusus kami pada 2011 adalah Korea Selatan. Kami sudah berkunjung ke sana dan para investor di sana tampak sangat antusias dan berkomitmen untuk melakukan investasi di Indonesia. Kita akan terus melobi agar mereka mau menanamkan modalnya di kita," tutup Gita. (*/OL-11)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar