Sabtu, 29 Januari 2011

RUPSLB Bank Mandiri Setujui Rights Issue

JAKARTA--MICOM: Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Mandiri menyetujui rencana peningkatan modal melalui Penawaran Umum terbatas 2.336.838.591 saham baru melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Dengan harga rights issue ditetapkan sebesar Rp5.000 per saham, diharapkan Bank Mandiri dapat memperoleh dana hingga Rp11,68 triliun.


Demikian hal tersebut disampaikan Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini usai RUPSLB perseroan di Jakarta, Jumat (28/1). Bank Mandiri memerlukan permodalan yang kuat dan mempunyai daya tahan yang tinggi untuk menjadi pemain utama dalam mendukung pembangunan perekonomian Indonesia.

Dengan tambahan modal yang berasal dari rights issue tersebut, Bank Mandiri diperkirakan akan menjadi satu-satunya bank yang memenuhi status Bank Internasional dari sisi modal. Meskipun rasio kecukupan modal (CAR) Bank Mandiri pada akhir September 2010 berada di tingkat yang baik yaitu 13,3%, jauh di atas ketentuan minimal Bank Indonesia, bank tetap perlu menjaga kekuatan permodalan untuk ekspansi bisnis, khususnya penyaluran kredit.

"Dana yang diperoleh melalui rights issue sepenuhnya akan kami gunakan untuk memperkuat struktur permodalan guna merealisasikan rencana bisnis hingga lima tahun ke depan yang telah kami susun sebelumnya. Kami meyakini, bank dengan struktur permodalan yang kuat akan memberikan persepsi positif di mata masyarakat sehingga dapat meningkatkan daya saing baik di tingkat nasional, regional, maupun internasional," ujarnya.

Pihaknya terus berkomitmen menjaga pertumbuhan dengan baik. Komitmen tersebut membuahkan hasil dengan terus membaiknya kinerja perseroan. Selama 2010, Bank Mandiri berhasil mencatat pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dari pertumbuhan kredit nasional. Pada akhir triwulan III 2010 kredit Mandiri tumbuh 23,1% menjadi Rp230,1 triliun dari Rp186,9 triliun di September 2009 dengan rasio NPL net 0,74%. (OL-5)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar