Sabtu, 29 Januari 2011

“Profit Taking” Asing Tekan IHSG"

JAKARTA – Kinerja bursa domestik, pada perdagangan akhir pekan ini, akhirnya terkoreksi. Selain didorong kenaikan harga saham dalam beberapa hari sebelumnya, investor melakukan aksi ambil untung (profi t taking) akhir pekan. Aksi jual tersebut juga didukung dengan sentimen negatif bursa regional dan global. Investor meng khawatirkan tindakan lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s yang memangkas peringkat kredit Jepang dari “AA” menjadi “AA-” untuk pertama kalinya sejak 2002.

Utang publik Jepang saat ini merupakan yang terbesar di antara negara-negara industri lainnya. Investor juga masih khawatir terhadap kebijakan pengetatan moneter di China. ”Ada sentimen negatif karena kekhawatiran pengetatan moneter di China dan pemangkasan peringkat Jepang,” kata Song Sen Wun, ekonom CIMB-GK Research di Singapura.

Bagi investor asing, hal ini semakin menambah kekhawatiran selain masalah ancaman infl asi tinggi. Setelah sempat mencatat nilai beli bersih dalam beberapa hari sebelumnya, kemarin, asing mencatat nilai jual bersih 258,58 miliar rupiah dari total nilai jual 4,37 triliun rupiah. ”Investor asing kembali melepas saham atau mengambil posisi ambil untung pada saham sektor perbankan yang dinilai harganya masih terlalu tinggi,” ujar pengamat pasar modal, David Ferdinandus, di Jakarta, Jumat (28/1).

Pada perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah sekitar 0,77 persen ke level 3.487,61 poin. Namun, dalam sepekan ini, kinerja IHSG tetap naik 3,2 persen atau terbaik di kawasan bursa Asia Tenggara. Aktivitas perdagangan saham berlangsung relatif lebih semarak. Volume transaksi mencapai 3,44 miliar lembar saham senilai 6,32 triliun rupiah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar