JAKARTA: Pemerintah memperkirakan pengangguran terbuka pada 2011 akan mencapai 7,99 juta orang atau 6,73% dari jumlah angkatan kerja tahun ini yang diprediksi mencapai 118,66 juta orang.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan bertambahnya angkatan kerja di perkotaan menjadi satu permasalahan pokok dalam bidang ketenagakerjaan, selain belum terhubungnya dunia kerja dengan pendidikan.
Bahkan, peraturan ketenagakerjaan belum nyaman bagi pengusaha dan pekerja, serta belum optimalnya sistem penempatan, perlindungan dan pemberdayaan TKI turut menambah besar permasalahan ketenagakerjaan.
“Banyak cara dilakukan pemerintah untuk mengentaskan pengangGuran dan kemiskinan, meski belum dapat berjalan secara optimal, tapi tetap terus diupayakan realisasinya,” katanya usai rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR, hari ini.
Selain itu, dia menambahkan minimnya pendidikan kewirausahaan juga menyebabkan pemerintah kurang mampu membuka lapangan kerja, apalagi pelatihan kerjanya sendiri belum dipandang sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional.
Muhaimin menjelaskan berbagai permasalahan diatas turut berimbas pada makin banyaknya angkatan kerja yang masih lulusan sekolah dasar, yang pada 2010 tercatat 57,44 juta orang.
Angka tersebut juga berimbas pada posisi Indonesia di urutan 59 dari 61 negara pada peringkat World Economic Forum Reports 2009.
Demikian juga daya saing Indonesia berada di nomor 35 dari 131 negara pada IMD World Competitiveness Yearbook 2010 dan pada Indeks Pembangunan Manusia Indonesia menduduki rangking ke 111 dari 180 negara anggota PBB.
“Dengan keadaan ini, maka proyeksi pengangguran terbuka pada 2012 akan mencapai 7,68 juta orang dengan total angkatan kerja mencapai 120,855 juta orang,” tuturnya. (mfm)
Tahun sebelumnya, jumlah pengangguran terbuka sebanyak 8,32 juta orang dengan angkatan kerja tercatat ada 116,53 juta orang.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan bertambahnya angkatan kerja di perkotaan menjadi satu permasalahan pokok dalam bidang ketenagakerjaan, selain belum terhubungnya dunia kerja dengan pendidikan.
Bahkan, peraturan ketenagakerjaan belum nyaman bagi pengusaha dan pekerja, serta belum optimalnya sistem penempatan, perlindungan dan pemberdayaan TKI turut menambah besar permasalahan ketenagakerjaan.
“Banyak cara dilakukan pemerintah untuk mengentaskan pengangGuran dan kemiskinan, meski belum dapat berjalan secara optimal, tapi tetap terus diupayakan realisasinya,” katanya usai rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR, hari ini.
Selain itu, dia menambahkan minimnya pendidikan kewirausahaan juga menyebabkan pemerintah kurang mampu membuka lapangan kerja, apalagi pelatihan kerjanya sendiri belum dipandang sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional.
Muhaimin menjelaskan berbagai permasalahan diatas turut berimbas pada makin banyaknya angkatan kerja yang masih lulusan sekolah dasar, yang pada 2010 tercatat 57,44 juta orang.
Angka tersebut juga berimbas pada posisi Indonesia di urutan 59 dari 61 negara pada peringkat World Economic Forum Reports 2009.
Demikian juga daya saing Indonesia berada di nomor 35 dari 131 negara pada IMD World Competitiveness Yearbook 2010 dan pada Indeks Pembangunan Manusia Indonesia menduduki rangking ke 111 dari 180 negara anggota PBB.
“Dengan keadaan ini, maka proyeksi pengangguran terbuka pada 2012 akan mencapai 7,68 juta orang dengan total angkatan kerja mencapai 120,855 juta orang,” tuturnya. (mfm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar