Minggu, 23 Januari 2011

Pemerintah akan terbitkan tiga seri obligasi valas

JAKARTA: Pemerintah menjadwalkan penerbitan tiga seri obligasi berdenominasi valas guna menahan derasnya aliran masuk modal asing, yakni global medium term notes (GMTN) di semester I serta sukuk global dan samurai bond di paruh kedua tahun ini.

Rahmat Waluyanto, Direktur Jenderal Pengelolaan Utang, menuturkan kendati sudah dijadwalkan, penerbitan obligasi valas bukanlah prioritas utama pembiayaan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011, tetapi hanya pelengkap pembiayaan dari pasar domestik.

Namun, untuk menahan derasnya investor asing yang masuk ke pasar domestik, maka penerbitan surat berharga negara (SBN) valas tetap penting untuk dilakukan.

"Untuk global MTN atau global bond akan diterbitkan dalam semester I ini. Tepatya belum ditetapkan karena kami utamakan pasar domestic dulu," ujarnya, kepada Bisnis, hari ini.

Menurutnya, penerbitan global bond didahulukan agar bisa dijadikan acuan (benchmark) bagi penerbitan obligasi valas lainnya. Dia mengemukakan akan mengutamakan jadwa penerbitan global bond sebagai acuan, kemudian disusul sukuk global, dan diakhiri samurai bond.

Dahlan Siamat, Direktur Pembiayaan Syariah, mengatakan penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara berdenominasi valas baru akan dilakukan pada semester II/ 2011. Pasalnya, pada awal tahun, pihaknya tengah fokus pada lelang sejumlah seri sukuk negara berdenominasi rupiah.

"Februari [penerbitan] sukuk ritel dan penerbitan SDHI (Sukuk Dana Haji Indonesia), Maret lelang sukuk IFR (Ijarah Fixed Rate) sebanyak dua kali," ungkapnya. (esu)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar