Senin, 31 Januari 2011

Patok kenaikan laba, BUMN perkebunan genjot produksi

JAKARTA. BUMN Perkebunan bakal bekerja keras di tahun ini. Pasalnya, BUMN Perkebunan berencana untuk menggenjot produksi. Dengan kenaikan produksi dan harga komoditas yang diperkirakan makin meroket diharapkan bisa mendongkrak laba bersih BUMN Perkebunan.

"Peningkatan laba karena produksi karet, cpo, dan gula pada 2011 diharapkan lebih baik dari tahun sebelumnya. Selain itu juga harga yang meningkat tajam bisa menaikkan laba 2011," ujar Deputi Industri Primer, Megananda Daryono kepada KONTAN, Jumat (28/1).

Data Kementrian BUMN menyebutkan, untuk produksi minyak sawit tahun ini bisa mencapai 3,1 juta ton atau naik 9,7% dari tahun lalu yang hanya 2,8 juta ton. Begitupun dengan komoditas karet, teh dan gula. Dari beberapa komoditas itu, yang kenaikannya paling tajam adalah produksi gula. Tahun lalu, produksi gula BUMN Perkebunan hanya 1,3 juta ton, adapun tahun ini, produksi gula akan naik 26,7% atau menjadi 1,7 juta ton.

Laba BUMN Perkebunan pada tahun lalu naik hingga 37% dari tahun sebelumnya. Di 2009 labanya hanya Rp 2 triliun, sementara tahun lalu bisa meraup laba hingga Rp 2,74 triliun.
Adapun, tahun ini, BUMN Perkebunan sepakat mengerek kenaikan laba hingga Rp 3,51 triliun. "Kita harap harga pada tahun ini tetap tinggi. Pada tahun lalu, kontribusi terbesar laba BUMN adalah harga karet yang luar biasa naik," kata Megananda.

Salah satu BUMN Perkebunan, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII berniat menggenjot produksi teh. Rencananya, PTPN yang berlokasi di Jawa Barat ini akan menaikkan ekspor 10% dari tahun lalu. Saat ini, produksi tehnya sekitar 70% dilepas ke luar negeri, dan sisanya untuk pasar domestik. Tahun lalu, produksi teh PTPN VIII sebesar 57.239 ton. Untuk tahun ini, PTPN VIII menargetkan produksinya naik menjadi 58.616.

Sulit dapat lahan
Namun, Megananda bilang, kendala utama yang dihadapi dalam menggenjot produksi adalah perluasan areal tanam. Saat ini, BUMN Perkebunan kesulitan untuk mendapatkan tambahan areal lahan. Padahal, untuk menggenjot produksi, BUMN Perkebunan juga harus menambah luas areal tanam.

"Semua komoditas baik sawit, gula atau karet mengalami kesulitan menambah areal lahan," ungkapnya.

Saat ini, kata Megananda yang sudah pasti mendapatkan tambahan lahan adalah PTPN XIII di Kalimantan seluas 10.000 hektar. Rencananya, lahan itu untuk menanam tanaman kelapa sawit. "PTPN XIII tidak sendiri tapi akan kerjasama dengan beberapa PTPN seperti PTPN III dan IV untuk membentuk konsorsium menggarap lahan ini," lanjut Megananda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar