JAKARTA: Di tengah angka pengangguran dan utang pemerintah yang masih tinggi, Presiden AS Barack Obama meyakini kekuatan ekonomi negeri Paman Sam tidak akan mampu ditandingi oleh negara manapun di dunia ini.
"Saya tahu kami dapat memenangi persaingan. Kami bisa menyaingi negara manapun di muka bumi ini," kata jelas Obama dalam pidato mingguan yang naskahnya dicantumkan di situs Gedung Putih, akhir pekan lalu.
Pernyataan itu dilontarkan setelah dia menunjuk Chief Executive Officer (CEO) General Electric Co Jeffrey Immelt mengepalai Badan Urusan Lapangan Kerja dan Daya Saing AS menggantikan Paul Volcker, mantan Chairperson Federal Reserve.
Menurut Obama, saat ini adalah masa yang penuh tantangan bagi perekonomian, apalagi teknologi semakin mempermudah dan mempersengit persaingan antarnegara. Setiap pemerintah di dunia berupaya mendukung para pekerja dan perusahaan masing-masing.
"Kami hanya perlu melakukan segala cara untuk meningkatkan produktivitas pekerja AS, mendorong keaslian dan keterampilan bisnis serta memperkuat dinamika ekonomi AS," tambahnya.
Dari Washington, kalangan ekonom memprediksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS mengalami akselerasi pada kuartal IV/2010 karena dorongan peningkatan belanja konsumen terbesar dalam 4 tahun.
Berdasarkan nilai tengah estimasi 67 ekonom, PDB AS tumbuh 3,5% (year-on-year), meningkat dari 2,6% pada kuartal sebelumnya. Ford Motor Co dan Apple Inc adalah di antara perusahaan yang diuntungkan dari akselerasi belanja konsumen.
"Konsumen sangat solid pada kuartal IV/2010. Perusahaan punya banyak dana dan mereka lihat permintaan meningkat," ujar Josh Shapiro, chief U.S. economist dari Maria Fiorini Ramirez Inc di New York seperti dikutip Bloomberg. (esu)
Pernyataan itu dilontarkan setelah dia menunjuk Chief Executive Officer (CEO) General Electric Co Jeffrey Immelt mengepalai Badan Urusan Lapangan Kerja dan Daya Saing AS menggantikan Paul Volcker, mantan Chairperson Federal Reserve.
Menurut Obama, saat ini adalah masa yang penuh tantangan bagi perekonomian, apalagi teknologi semakin mempermudah dan mempersengit persaingan antarnegara. Setiap pemerintah di dunia berupaya mendukung para pekerja dan perusahaan masing-masing.
"Kami hanya perlu melakukan segala cara untuk meningkatkan produktivitas pekerja AS, mendorong keaslian dan keterampilan bisnis serta memperkuat dinamika ekonomi AS," tambahnya.
Dari Washington, kalangan ekonom memprediksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS mengalami akselerasi pada kuartal IV/2010 karena dorongan peningkatan belanja konsumen terbesar dalam 4 tahun.
Berdasarkan nilai tengah estimasi 67 ekonom, PDB AS tumbuh 3,5% (year-on-year), meningkat dari 2,6% pada kuartal sebelumnya. Ford Motor Co dan Apple Inc adalah di antara perusahaan yang diuntungkan dari akselerasi belanja konsumen.
"Konsumen sangat solid pada kuartal IV/2010. Perusahaan punya banyak dana dan mereka lihat permintaan meningkat," ujar Josh Shapiro, chief U.S. economist dari Maria Fiorini Ramirez Inc di New York seperti dikutip Bloomberg. (esu)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar