JAKARTA--MICOM: Kecelakaan demi kecelakaan di sektor transportasi publik mencerminkan minimnya perhatian pemerintah terhadap keselamatan masyarakat. Pejabat publik selalu berkilah tidak ada dana untuk transportasi publik.
Namun, dengan mudah, mereka mengatakan dana untuk gedung DPR dan peningkatan gaji pejabat tidak akan mengganggu keuangan negara.
Hal itu dikemukakan pengamat transportasi Darmaningtyas kepada Media Indonesia di Jakarta, Minggu (30/1).
"Pejabat kita itu hanya memikirkan dirinya sendiri, tidak memikirkan kesejahteraan rakyatnya. Untuk peningkatan keselamatan masyarakat, tidak ada dana tetapi ada untuk pembangunan gedung dan tunjangan mereka," ujar Darmaningtyas via sambungan telepon.
Terbakarnya KMP Teduh saat berlayar dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni serta tabrakan kereta api (KA) Mutiara Selatan dengan KA Kutojaya Selatan mengilustrasikan tidak adanya komitmen Pemerintah terutama untuk sektor kereta api dan kapal laut. Pemerintah terkesan menganaktirikan kedua sektor itu ketimbang pembangunan jalan raya.
"Sebagai contoh, anggaran di Direktorat Jenderal Bina Marga di Kementerian Pekerjaan Umum itu jauh lebih tinggi daripada anggaran Kementerian Perhubungan yang mengurus darat, laut dan udara," papar Darmaningtyas.
Darmaningtyas menuding maintenance alias perawatan dari segi persinyalan dan infrastruktur juga sering kali menjadi penyebab kecelakaan kereta api. Begitu pula dari segi pemberdayaan manusia di sektor tersebut.
Dengan begitu, Darmaningtyas menilai wajar saja apabila terdapat banyak kekurangan di dalam pengoperasian kapal laut dan kereta api. Apalagi, di dalam perjalanannya, kedua sektor terlihat asal beroperasi saja dan sering kali unsur safety alias keselamatan yang terabaikan. (*/OL-11)
Namun, dengan mudah, mereka mengatakan dana untuk gedung DPR dan peningkatan gaji pejabat tidak akan mengganggu keuangan negara.
Hal itu dikemukakan pengamat transportasi Darmaningtyas kepada Media Indonesia di Jakarta, Minggu (30/1).
"Pejabat kita itu hanya memikirkan dirinya sendiri, tidak memikirkan kesejahteraan rakyatnya. Untuk peningkatan keselamatan masyarakat, tidak ada dana tetapi ada untuk pembangunan gedung dan tunjangan mereka," ujar Darmaningtyas via sambungan telepon.
Terbakarnya KMP Teduh saat berlayar dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni serta tabrakan kereta api (KA) Mutiara Selatan dengan KA Kutojaya Selatan mengilustrasikan tidak adanya komitmen Pemerintah terutama untuk sektor kereta api dan kapal laut. Pemerintah terkesan menganaktirikan kedua sektor itu ketimbang pembangunan jalan raya.
"Sebagai contoh, anggaran di Direktorat Jenderal Bina Marga di Kementerian Pekerjaan Umum itu jauh lebih tinggi daripada anggaran Kementerian Perhubungan yang mengurus darat, laut dan udara," papar Darmaningtyas.
Darmaningtyas menuding maintenance alias perawatan dari segi persinyalan dan infrastruktur juga sering kali menjadi penyebab kecelakaan kereta api. Begitu pula dari segi pemberdayaan manusia di sektor tersebut.
Dengan begitu, Darmaningtyas menilai wajar saja apabila terdapat banyak kekurangan di dalam pengoperasian kapal laut dan kereta api. Apalagi, di dalam perjalanannya, kedua sektor terlihat asal beroperasi saja dan sering kali unsur safety alias keselamatan yang terabaikan. (*/OL-11)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar