JAKARTA: PT Mandiri Manajemen Investasi dan PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen mengincar dana kelolaan reksadana berdenominasi dolar dengan nilai keseluruhan mencapai US$69,5 juta pada 2011.
Target yang diusung kedua perusahaan Manager Investasi (MI) ini disesuaikan dengan tingkat kebutuhan investor yang ingin berinvestasi reksadana dalam bentuk dolar, serta mulai jenuhnya pelemahan nilai tukar dolar terhadap mata uang regional.
Direktur Sales Mandiri Manajemen Investasi Wendy Iskandar mengatakan pihaknya menempatkan portofolio investasi hingga 80% pada obligasi dengan mata uang dolar.
"Kami melihat pasarnya masih bagus dan kebutuhan produk dolar sendiri memang selalu ada di pasar. Khususnya bagi investor yang menyiapkan berbagai rencana kebutuhannya, seperti pendidikan ke luar negeri," ujarnya, pekan lalu.
Menurutnya, target dana kelolaan reksadana dolar Mandiri Investasi tahun ini mencapai US$19,5 juta atau tumbuh sekitar 15% dibandingkan dengan 2010 sebesar US$15 juta. Meski nilai imbal hasil produk reksadana ini diproyeksikan turun, Wendy melihat peluang pasar produk tersebut masih cukup terbuka.
"Proyeksinya tahun ini [tumbuh] hanya sekitar 3%-4% per tahun, kalau dibandingkan dengan 2010 yang bisa mencapai 7% per tahun," ujarnya.
Hal itu, lanjutnya, tidak terlepas dari imbal hasil obligasi dolar Amerika Serikat yang juga tergerus, meski secara umum masih lebih menarik dibandingkan dengan obligasi dan deposito dolar yang memberikan selisih keuntungan 0,25% per tahun.
Adapun Batavia Prosperindo mengincar penjualan produk reksadana dengan mata uang dolar yang diberi nama Batavia USD Balanced Asia (BUBA) senilai mencapai US$50 juta. Yulius Manto, Direktur PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen mengatakan produk itu pertama kali diluncurkan Batvia Prosperindo. (esu)
Direktur Sales Mandiri Manajemen Investasi Wendy Iskandar mengatakan pihaknya menempatkan portofolio investasi hingga 80% pada obligasi dengan mata uang dolar.
"Kami melihat pasarnya masih bagus dan kebutuhan produk dolar sendiri memang selalu ada di pasar. Khususnya bagi investor yang menyiapkan berbagai rencana kebutuhannya, seperti pendidikan ke luar negeri," ujarnya, pekan lalu.
Menurutnya, target dana kelolaan reksadana dolar Mandiri Investasi tahun ini mencapai US$19,5 juta atau tumbuh sekitar 15% dibandingkan dengan 2010 sebesar US$15 juta. Meski nilai imbal hasil produk reksadana ini diproyeksikan turun, Wendy melihat peluang pasar produk tersebut masih cukup terbuka.
"Proyeksinya tahun ini [tumbuh] hanya sekitar 3%-4% per tahun, kalau dibandingkan dengan 2010 yang bisa mencapai 7% per tahun," ujarnya.
Hal itu, lanjutnya, tidak terlepas dari imbal hasil obligasi dolar Amerika Serikat yang juga tergerus, meski secara umum masih lebih menarik dibandingkan dengan obligasi dan deposito dolar yang memberikan selisih keuntungan 0,25% per tahun.
Adapun Batavia Prosperindo mengincar penjualan produk reksadana dengan mata uang dolar yang diberi nama Batavia USD Balanced Asia (BUBA) senilai mencapai US$50 juta. Yulius Manto, Direktur PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen mengatakan produk itu pertama kali diluncurkan Batvia Prosperindo. (esu)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar