Sabtu, 29 Januari 2011

Ledakan Jumlah Penduduk Ancam Ketersediaan Pangan

JAKARTA--MICOM: Jumlah penduduk Indonesia yang terus bertambah akan berimbas pada masalah pemenuhan ketersediaan pangan. Hal ini diungkapkan Yayat Supriana, pengamat perkotaan dan kependudukan.

"Yang kita perkirakan terkait dengan kepentingan kita dalam pengadaan pangan yaitu kebutuhan cadangan pangan yang kritis," kata Yayat saat ditemui dalam sebuah diskusi di Cikini, Sabtu (29/1).

Ia menambahkan kondisi yang ada semakin diperparah dengan kultur masyarakat kita yang tidak bisa mensubstitusi bahan makanan pengganti, seperti beras diganti dengan sagu atau mi. Yayat menjelaskan, beberapa tahun terakhir pemerintah mencoba mengatasi kritis pangan ini, pemerintah sendiri sebenarnya sudah mencoba mengatasi dengan cara impor.

Namun menurutnya itu tidak bisa diatasi dengan impor saja, tetapi harus memanfaatkan potensi nasional yang ada. "Kita belum mempunyai akan kesediaan pangan secara swasembada," tuturnya.

Yayat menambahkan pulau Jawa sebagai lumbung pangan nasional harusnya dapat mengatasi ketersediaan pangan. Apalagi kesuburan tanahnya empat kali jauh lebih baik dari Kalimantan. Namun ia juga menyanyangkan sekarang ini justru pulau yang paling padat penduduknya ini tidak bisa memenuhi kebutuhan pangan karena 70 persen tanahnya telah berubah menjadi perkotaan.

Dosen Universitas Trisakti itu menjelaskan hingga kini orang memang belum merasakan dampak ledakan penduduk, sehingga mereka tidak terlalu perduli terhadap hal ini.  "Orang menjadi tidak peduli karena dampaknya belom terasa pada dirinya, kalau orang macet tekunci, orang baru teriak," pungkasnya. (*/OL-04)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar