JAKARTA--MICOM: Inflasi tinggi yang mencapai 6,96% pada tahun lalu disebabkan kesalahan pemerintah yang tidak responsif. Jadi tingginya inflasi bukan disebabkan kesalahan BI sebagai regulator moneter.
Hal itu diungkapkan pengamat ekonomi Ryan Kiryanto seusai Dialog Perbankan Tahun 2011 di Jakarta, Senin (24/1). "BI menurut saya sudah sangat responsif. PR-nya di pemerintah," katanya.
Ryan mengatakan harusnya pemerintah responsif membangun infrastruktur, memberikan kepastian hukum, dan kerumitan birokrasi yang menyebabkan inflasi tinggi. "Inflasi itu sebenarnya tanggung jawab PU (Kementerian Pekerjaan Umum) membuat jalan lancar, pertanian (Kementerian Pertanian) harusnya tahu panen kapan, Kementerian Perdagangan yang harusnya memastikan harga (beras) di Pasar Induk Cipinang stabil," ujarnya.
Pemerintah harusnya tahu bahwa Indonesia akan mengalami cuaca ekstrem dan diikuti konsumsi yang tinggi pada akhir tahun sehingga bisa tepat mengontrol inflasi. "Sudah tahu cuaca ekstrem, high konsumsi. Tim ekonomi, menko harusnya bertanggung jawab untuk benar-benar prepare," cetus Ryan.
Inflasi yang terjadi di luar inflasi inti atau non core inflation tersebut juga terjadi di negara lain. Namun menurut Ryan, negara lain bisa mengantisipasi kenaikan inflasi tersebut. Maka ia menilai pemerintah gagal mengatasi inflasi.
"Jangan pencitraan saja tapi success story-nya yang diumbar. Ini belum TDL (tarif dasar listrik), tarif tol, krisis energi juga," tandas Ryan. (*/OL-2)
Hal itu diungkapkan pengamat ekonomi Ryan Kiryanto seusai Dialog Perbankan Tahun 2011 di Jakarta, Senin (24/1). "BI menurut saya sudah sangat responsif. PR-nya di pemerintah," katanya.
Ryan mengatakan harusnya pemerintah responsif membangun infrastruktur, memberikan kepastian hukum, dan kerumitan birokrasi yang menyebabkan inflasi tinggi. "Inflasi itu sebenarnya tanggung jawab PU (Kementerian Pekerjaan Umum) membuat jalan lancar, pertanian (Kementerian Pertanian) harusnya tahu panen kapan, Kementerian Perdagangan yang harusnya memastikan harga (beras) di Pasar Induk Cipinang stabil," ujarnya.
Pemerintah harusnya tahu bahwa Indonesia akan mengalami cuaca ekstrem dan diikuti konsumsi yang tinggi pada akhir tahun sehingga bisa tepat mengontrol inflasi. "Sudah tahu cuaca ekstrem, high konsumsi. Tim ekonomi, menko harusnya bertanggung jawab untuk benar-benar prepare," cetus Ryan.
Inflasi yang terjadi di luar inflasi inti atau non core inflation tersebut juga terjadi di negara lain. Namun menurut Ryan, negara lain bisa mengantisipasi kenaikan inflasi tersebut. Maka ia menilai pemerintah gagal mengatasi inflasi.
"Jangan pencitraan saja tapi success story-nya yang diumbar. Ini belum TDL (tarif dasar listrik), tarif tol, krisis energi juga," tandas Ryan. (*/OL-2)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar