Minggu, 30 Januari 2011

Inflasi naik, ekspansi kredit 2011 berat

JAKARTA: Ekspansi kredit korporasi tahun ini dibayang-bayangi lonjakan inflasi yang mendorong kenaikan suku bunga dan berpotensi menggerus permintaan debitur kelas menengah atas.
Direktur Korporasi PT Bank Pan Indonesia Tbk Iswanto Tjitradi mengatakan ekspansi kredit korporasi pada tahun ini akan lebih berat, karena ada tren kenaikan inflasi yang disebabkan oleh sejumlah faktor.

“Tren kredit akan berat pada tahun ini. Ada inflasi pangan dan pengetatan moneter China. Kenaikan inflasi akan menaikkan suku bunga. Kalau bunga naik, permintaan dan suplai menurun,” ujarnya kepada Bisnis, pekan ini.

Dia menjelaskan sektor korporasi yang memiliki persepsi risiko tinggi menjadi pertimbangan dunia perbankan untuk mengurangi penyaluran kredit pada sektor tersebut. Namun, apabila tidak ada pilihan, kredit korporasi yang dikucurkan berbunga tinggi.

Menurut Iswanto, perseroan lebih memilih menyalurkan kredit pada kelas menengah ke bawah guna menyiasati risiko yang muncul dari sektor korporasi dan menjadi arah inti bisnis.

“Kalau kami memilih middle market, korporasi menjadi pelengkap karena high risk. Kami sudah lama mengincar middle market. Kami perkuat terus, karena risiko lebih manageable,” katanya.

Portofolio kredit bank milik konglomerat Mukmin Ali Gunawan itu lebih didominasi segmen ritel dan usaha kecil yang mencapai di atas 60%. Hingga 30 September 2010, kredit Bank Panin mencapai Rp54,51 triliun, naik 32% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. (spr)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar