JAKARTA--MICOM: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami pelemahan sebesar 33,482 poin (1,00%) ke level 3.346,061 pada awal pekan ini.
Pelemahan yang didukung kembali keluarnya investor asing, dengan melakukan transaksi jual bersih (foreign net sell) sebesar Rp249,452 miliar, menyusul net sell akhir pekan lalu sebesar Rp1,03 triliun.
Koreksi yang membuat banyak investor bertanya-tanya mengenai arah pergerakan rebound indeks. Termasuk juga katalis yang memungkinkan, level IHSG kembali menembus 3.700, bahkan juga rekor baru tertinggi dalam sejarah pasar modal Indonesia.
Analis teknikal memperkirakan rebound besar IHSG baru terjadi jika, level potensial 3.270-3.300 tertembus. Namun, kondisi akan bertambah buruk, jika koreksi hingga di bawah level 3.270 terjadi.
"Rebound IHSG di area potential support 3.270-3,300. Jika ditutup di bawah level tersebut, maka target selanjutnya adalah 3.050 cepat atau lambat," ujar analis UOB Kayhan Securities, Gema Merdeka, di Jakarta, Senin (24/1).
Menurutnya, saat ini IHSG minim sentimen positif, dan lebih banyak dinaungi kecemasan besar terhadap tingginya inflasi dalam negeri.
Sementara dari eksternal masih belum memiliki data-data positif yang kuat mengangkat level indeks. Kecemasan inflasi, membuat investor terutama asing menahan rencana investasinya hingga ada sentimen yang cukup kuat, untuk berbalik arah.
Berdasarkan pergerakan teknikal, secara historis menurut Gema, koreksi IHSG dari 5 Januari 2011-24 Januari 2011, menurutnya telah mencapai 100% dari ambruknya (crash) indeks di bulan Mei 2010. “Volume perdagangan pada IHSG sudah cenderung menurun di saat harga saham-saham big caps melemah,†katanya.
Namun demikian, Gema yakin indeks akan menemui titik balik pascakeluarnya data-data kinerja emiten maupun berita positif eksternal.
Menurutnya, IHSG berada di siklus new moon phase di 3 Februari 2011, sebagai waktu pembalikan arah (reversal), untuk pasar saham dan komiditi.
Dengan penurunan yang cukup besar yang telah terjadi, dia optimis peluang rebound IHSG bisa mencapai 70% hingga pertengahan tahun ini.
Pertumbuhan yang cukup tinggi itu, seiring dengan koreksi buruk di Januari, yang menyebabkan secara jangka menengah pendek, penguatan akan sangat tinggi.
Jika bulan Januari terbentuk harga berada dalam posisi low atau bottom, maka bulan Juli akan terbentuk high atau peak.
“Oleh karena itu, secara long-term saya masih positif dengan IHSG walaupun memang koreksi kali ini cukup dalam. Jika time analysis ini bekerja dengan baik, IHSG berpeluang mencatat rekor baru di bulan Juli atau setelahnya," kata Gema. (Atp/OL-9)
Pelemahan yang didukung kembali keluarnya investor asing, dengan melakukan transaksi jual bersih (foreign net sell) sebesar Rp249,452 miliar, menyusul net sell akhir pekan lalu sebesar Rp1,03 triliun.
Koreksi yang membuat banyak investor bertanya-tanya mengenai arah pergerakan rebound indeks. Termasuk juga katalis yang memungkinkan, level IHSG kembali menembus 3.700, bahkan juga rekor baru tertinggi dalam sejarah pasar modal Indonesia.
Analis teknikal memperkirakan rebound besar IHSG baru terjadi jika, level potensial 3.270-3.300 tertembus. Namun, kondisi akan bertambah buruk, jika koreksi hingga di bawah level 3.270 terjadi.
"Rebound IHSG di area potential support 3.270-3,300. Jika ditutup di bawah level tersebut, maka target selanjutnya adalah 3.050 cepat atau lambat," ujar analis UOB Kayhan Securities, Gema Merdeka, di Jakarta, Senin (24/1).
Menurutnya, saat ini IHSG minim sentimen positif, dan lebih banyak dinaungi kecemasan besar terhadap tingginya inflasi dalam negeri.
Sementara dari eksternal masih belum memiliki data-data positif yang kuat mengangkat level indeks. Kecemasan inflasi, membuat investor terutama asing menahan rencana investasinya hingga ada sentimen yang cukup kuat, untuk berbalik arah.
Berdasarkan pergerakan teknikal, secara historis menurut Gema, koreksi IHSG dari 5 Januari 2011-24 Januari 2011, menurutnya telah mencapai 100% dari ambruknya (crash) indeks di bulan Mei 2010. “Volume perdagangan pada IHSG sudah cenderung menurun di saat harga saham-saham big caps melemah,†katanya.
Namun demikian, Gema yakin indeks akan menemui titik balik pascakeluarnya data-data kinerja emiten maupun berita positif eksternal.
Menurutnya, IHSG berada di siklus new moon phase di 3 Februari 2011, sebagai waktu pembalikan arah (reversal), untuk pasar saham dan komiditi.
Dengan penurunan yang cukup besar yang telah terjadi, dia optimis peluang rebound IHSG bisa mencapai 70% hingga pertengahan tahun ini.
Pertumbuhan yang cukup tinggi itu, seiring dengan koreksi buruk di Januari, yang menyebabkan secara jangka menengah pendek, penguatan akan sangat tinggi.
Jika bulan Januari terbentuk harga berada dalam posisi low atau bottom, maka bulan Juli akan terbentuk high atau peak.
“Oleh karena itu, secara long-term saya masih positif dengan IHSG walaupun memang koreksi kali ini cukup dalam. Jika time analysis ini bekerja dengan baik, IHSG berpeluang mencatat rekor baru di bulan Juli atau setelahnya," kata Gema. (Atp/OL-9)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar