Target Pasar , “Roadshow” Berhasil Dapatkan Kepercayaan Calon Investor
JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) akan berekspansi menggarap pasar penerbangan sub-100 seat atau penerbangan berkapasitas di bawah 100 penumpang. Perusahaan penerbangan milik pemerintah ini ingin melengkapi layanannya dengan pesawat yang lebih kecil dan rute yang lebih pendek. Rencananya, Garuda yang selama ini bermain di pasar penerbangan komersial full service (layanan berkualitas) akan memulai ekspansi tersebut dengan mengaji penggunaan pesawat-pesawat jenis ATR, Embraer, atau Bombardier.
Saat ini, perseroan masih mengaji waktu dan besarnya dana yang dibutuhkan untuk ekspansi tersebut. Direktur IT dan Strategis Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan mengaku rencana ekspansi ini dilakukan untuk mengakomodasi tiga hal. “Hal ini terutama dilakukan untuk melayani penerbangan dengan rute yang memiliki landasan pendek dan tidak terlalu keras,” katanya di Jakarta, Senin (24/1). Selain itu, Garuda juga ingin mengakomodasi rute-rute yang selama ini belum memiliki hak bypass domestik seperti Medan-Denpasar yang selama ini harus dilewati melalui Jakarta.
Dengan ekspansi yang dilakukan, diharapkan terbuka peluang pasar baru karena penumpang bisa merasakan kemudahan dalam bepergian. Lebih lanjut, Elisa menjelaskan, ekspansi ke penerbangan lebih kecil tersebut diharapkan akan menambah frekuensi di sejumlah slot kosong penerbangan. Selama ini, ada sejumlah rute dengan frekuensi yang cukup tinggi masih memiliki jeda waktu atau slot kosong.
EVP Operation Garuda Indonesia Capt Ari Sapari menjelaskan rencana ekspansi tersebut akan menambah variasi layanan penerbangan. Selama ini, Garuda yang utamanya bermain di pasar full service baru memiliki Citilink yang menawarkan penerbangan berbiaya murah (low cost carrier). “Armada sub-100 seat untuk menghilangkan batasan antara feeder, regional, dan rute utama untuk melayani rute-rute high yield dengan low density,” jelasnya.
Menurutnya, pesawat berkapasitas kursi kecil akan memberikan keuntungan dari sisi operasional, padahal rute yang dilayani justru menjanjikan keuntungan yang besar. Dapat Kepercayaan Terkait rencana penawaran saham umum perdana (initial public off ering/IPO), Elisa mengaku perseroan berhasil mendapatkan kepercayaan calon investor, baik dari dalam maupuln luar negeri. Hal tersebut diyakini setelah roadshow sejak dua pekan lalu dan berakhir kemarin (24/1).
Kota-kota yang didatangi oleh manajemen Garuda diantaranya Surabaya, Makassar, Bandung, Palembang, Padang, Banda Aceh, Balikpapan dan Singapura, Hong Kong, London, Boston, dan New York. “Hasil roadshow yang kami lakukan hingga Senin (24/1) direspons dengan positif sekali oleh calon investor,” katanya. Rencananya, Garuda akan melepas total 9,36 miliar lembar saham yang terdiri dari sekitar 7,4 miliar saham baru dan 1,9 miliar merupakan saham divestasi PT Bank Mandiri Tbk.
Namun, hasil book building akan diumumkan perseroan hari ini (25/1). Dengan kisaran harga saham IPO antara 750 dan 1.100 rupiah, Garuda berharap perseroan bisa mendapatkan dana 500 juta dollar AS, sebesar 80 persen dari dana IPO tersebut rencana akan digunakan untuk pengembangan armada baru. Secara terpisah, anggota Komisi V DPR RI Michael Watimmena telah meminta agar Garuda tidak hanya memiliki frekuensi tinggi pada rute-rute gemuk di wilayah Barat Indonesia.
“Kawasan timur Indonesia juga harus diberikan perhatian. Garuda sebagai flag carrier harus bisa menjawab permintaan masyarakat kawasan itu,” katanya.
JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) akan berekspansi menggarap pasar penerbangan sub-100 seat atau penerbangan berkapasitas di bawah 100 penumpang. Perusahaan penerbangan milik pemerintah ini ingin melengkapi layanannya dengan pesawat yang lebih kecil dan rute yang lebih pendek. Rencananya, Garuda yang selama ini bermain di pasar penerbangan komersial full service (layanan berkualitas) akan memulai ekspansi tersebut dengan mengaji penggunaan pesawat-pesawat jenis ATR, Embraer, atau Bombardier.
Saat ini, perseroan masih mengaji waktu dan besarnya dana yang dibutuhkan untuk ekspansi tersebut. Direktur IT dan Strategis Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan mengaku rencana ekspansi ini dilakukan untuk mengakomodasi tiga hal. “Hal ini terutama dilakukan untuk melayani penerbangan dengan rute yang memiliki landasan pendek dan tidak terlalu keras,” katanya di Jakarta, Senin (24/1). Selain itu, Garuda juga ingin mengakomodasi rute-rute yang selama ini belum memiliki hak bypass domestik seperti Medan-Denpasar yang selama ini harus dilewati melalui Jakarta.
Dengan ekspansi yang dilakukan, diharapkan terbuka peluang pasar baru karena penumpang bisa merasakan kemudahan dalam bepergian. Lebih lanjut, Elisa menjelaskan, ekspansi ke penerbangan lebih kecil tersebut diharapkan akan menambah frekuensi di sejumlah slot kosong penerbangan. Selama ini, ada sejumlah rute dengan frekuensi yang cukup tinggi masih memiliki jeda waktu atau slot kosong.
EVP Operation Garuda Indonesia Capt Ari Sapari menjelaskan rencana ekspansi tersebut akan menambah variasi layanan penerbangan. Selama ini, Garuda yang utamanya bermain di pasar full service baru memiliki Citilink yang menawarkan penerbangan berbiaya murah (low cost carrier). “Armada sub-100 seat untuk menghilangkan batasan antara feeder, regional, dan rute utama untuk melayani rute-rute high yield dengan low density,” jelasnya.
Menurutnya, pesawat berkapasitas kursi kecil akan memberikan keuntungan dari sisi operasional, padahal rute yang dilayani justru menjanjikan keuntungan yang besar. Dapat Kepercayaan Terkait rencana penawaran saham umum perdana (initial public off ering/IPO), Elisa mengaku perseroan berhasil mendapatkan kepercayaan calon investor, baik dari dalam maupuln luar negeri. Hal tersebut diyakini setelah roadshow sejak dua pekan lalu dan berakhir kemarin (24/1).
Kota-kota yang didatangi oleh manajemen Garuda diantaranya Surabaya, Makassar, Bandung, Palembang, Padang, Banda Aceh, Balikpapan dan Singapura, Hong Kong, London, Boston, dan New York. “Hasil roadshow yang kami lakukan hingga Senin (24/1) direspons dengan positif sekali oleh calon investor,” katanya. Rencananya, Garuda akan melepas total 9,36 miliar lembar saham yang terdiri dari sekitar 7,4 miliar saham baru dan 1,9 miliar merupakan saham divestasi PT Bank Mandiri Tbk.
Namun, hasil book building akan diumumkan perseroan hari ini (25/1). Dengan kisaran harga saham IPO antara 750 dan 1.100 rupiah, Garuda berharap perseroan bisa mendapatkan dana 500 juta dollar AS, sebesar 80 persen dari dana IPO tersebut rencana akan digunakan untuk pengembangan armada baru. Secara terpisah, anggota Komisi V DPR RI Michael Watimmena telah meminta agar Garuda tidak hanya memiliki frekuensi tinggi pada rute-rute gemuk di wilayah Barat Indonesia.
“Kawasan timur Indonesia juga harus diberikan perhatian. Garuda sebagai flag carrier harus bisa menjawab permintaan masyarakat kawasan itu,” katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar