JAKARTA--MICOm: Bank Indonesia diimbau untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate secara bertahap mulai Februari. Kebijakan ini diperlukan untuk mengerem laju pertumbuhan ekonomi yang mulai terlalu cepat saat ini.
Jika kebijakan moneter tidak diterapkan pada triwulan I, kenaikan inflasi di Indonesia bisa semakin tidak terkendali sehingga kontraproduktif bagi pertumbuhan.
Direktur Pelaksana Riset Ekonomi dan Nilai Tukar Mata Uang Bank DBS Singapura David Carbon mengatakan itu dalam paparannya tentang perekonomian Indonesia dan Asia di Jakarta, Selasa (25/1).
"Ekses kenaikan BI rate memang memacu bunga kredit perbankan ikut naik. Investasi jadi kian mahal. Tapi ini perlu agar perekonomian cooling down untuk sementara tapi kemudian steady dan sustain," ujarnya.
Menurutnya, kebijakan perekonomian di Asia memang secara historis selalu berjalan sepaket. Ini karena kinerja ekspor negara-negara Asia masih sangat terkait dengan tingkat permintaan domestik di China.
Pada 2010, tingkat pertumbuhan rata-rata 10 negara dengan kinerja perekonomian terbaik di Asia, termasuk Indonesia, ada pada 8,6%.
Pada tahun ini, tren inflasi yang mulai membumbung membuat Asia akan mengerem laju pertumbuhannya dengan rata-rata pertumbuhan 6,2%, sedikit di atas 2008. Ini dilakukan dengan menerapkan kebijakan moneter ketat, salah satunya menaikkan suku bunga acuan dan mengerem ekspor. (AW/OL-9)
Jika kebijakan moneter tidak diterapkan pada triwulan I, kenaikan inflasi di Indonesia bisa semakin tidak terkendali sehingga kontraproduktif bagi pertumbuhan.
Direktur Pelaksana Riset Ekonomi dan Nilai Tukar Mata Uang Bank DBS Singapura David Carbon mengatakan itu dalam paparannya tentang perekonomian Indonesia dan Asia di Jakarta, Selasa (25/1).
"Ekses kenaikan BI rate memang memacu bunga kredit perbankan ikut naik. Investasi jadi kian mahal. Tapi ini perlu agar perekonomian cooling down untuk sementara tapi kemudian steady dan sustain," ujarnya.
Menurutnya, kebijakan perekonomian di Asia memang secara historis selalu berjalan sepaket. Ini karena kinerja ekspor negara-negara Asia masih sangat terkait dengan tingkat permintaan domestik di China.
Pada 2010, tingkat pertumbuhan rata-rata 10 negara dengan kinerja perekonomian terbaik di Asia, termasuk Indonesia, ada pada 8,6%.
Pada tahun ini, tren inflasi yang mulai membumbung membuat Asia akan mengerem laju pertumbuhannya dengan rata-rata pertumbuhan 6,2%, sedikit di atas 2008. Ini dilakukan dengan menerapkan kebijakan moneter ketat, salah satunya menaikkan suku bunga acuan dan mengerem ekspor. (AW/OL-9)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar