JAKARTA – Kenaikan harga komoditas, utamanya batu bara membuat saham-saham perusahaan yang bergerak di sektor ini menarik untuk diperhatikan. Selain karena tingkat permintaannya (demand) yang terus meningkat, jumlah produksi (supply) batu bara di dunia juga kian terbatas setelah Australia dilanda banjir besar. Hal ini akan banyak menguntungkan perusahaan seperti PT Bumi Resources Tbk. Pemilik aset batu bara terbesar di Indonesia ini kemungkinan akan diuntungkan dengan pendapatan usahanya yang meningkat.
“Hal itu tentu akan berdampak pada perkembangan fundamental usaha perseroan ke depan. Apalagi harga batu bara ditargetkan bisa menembus angka 100 dollar Amerika Serikat (AS) per metrik ton,” tutur Mastono Ali Research Assosiate PT CIMB Securities, di Jakarta, Kamis (20/1). Di samping jumlah produksi dan permintaan, faktor lain yang membuat sektor batu bara baik untuk dikoleksi adalah posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan impor terbesar. Secara teknikal, harga saham Bumi Resources diprediksikan bisa menyentuh level 3.300 rupiah per saham untuk level penurunan terendah.
Sementara bagi level kenaikan tertinggi, nilainya akan dipatok pada angka 2.800 rupiah per saham. Untuk jangka panjang, investor direkomendasikan aksi beli (buy), namun disarankan untuk lakukan tahan (hold) dalam jangka waktu dekat dan menengah. Jumat (21/1), saham BUMI ditutup melemah 50 poin ke level 3.000 rupiah per saham. Frekuensi transaski sebesar 2.502 kali, dengan volume sebesar 232,47 juta lembar saham senilai 690,92 miliar rupiah.
“Hal itu tentu akan berdampak pada perkembangan fundamental usaha perseroan ke depan. Apalagi harga batu bara ditargetkan bisa menembus angka 100 dollar Amerika Serikat (AS) per metrik ton,” tutur Mastono Ali Research Assosiate PT CIMB Securities, di Jakarta, Kamis (20/1). Di samping jumlah produksi dan permintaan, faktor lain yang membuat sektor batu bara baik untuk dikoleksi adalah posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan impor terbesar. Secara teknikal, harga saham Bumi Resources diprediksikan bisa menyentuh level 3.300 rupiah per saham untuk level penurunan terendah.
Sementara bagi level kenaikan tertinggi, nilainya akan dipatok pada angka 2.800 rupiah per saham. Untuk jangka panjang, investor direkomendasikan aksi beli (buy), namun disarankan untuk lakukan tahan (hold) dalam jangka waktu dekat dan menengah. Jumat (21/1), saham BUMI ditutup melemah 50 poin ke level 3.000 rupiah per saham. Frekuensi transaski sebesar 2.502 kali, dengan volume sebesar 232,47 juta lembar saham senilai 690,92 miliar rupiah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar