JAKARTA--MICOM: Anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi energi Satya W Yudha menyarankan pemerintah untuk mengalokasikan tambahan subsidi listrik sebesar Rp2,3 triliun ketimbang melanjutkan regulasi pencabutan capping (pemberlakuan batas atas 18%).
Bagaimanapun, kesepakatan politik antara Pemerintah dan DPR tahun lalu sudah tegas mencetuskan tidak adanya kenaikan tarif dasar listrik (TDL) untuk 2011.
Di sela-sela pembukaan Indogas 2011, Selasa (25/1), di Jakarta, anggota Fraksi Golkar ini menandaskan kenaikan tarif untuk sektor industri sama sekali tidak fair.
"Sebaiknya pemerintah kasih subsidi sebesar Rp2,3 triliun," ujar pria yang saat ditemui mengenakan jas berwarna hitam.
Satya menampik argumen PT PLN (Persero) bahwa tujuan pencabutan capping ialah menyamakan tarif antara pelanggan bisnis dan industri.
Menurutnya, Dahlan Iskan selaku Dirut PLN telat menyampaikan argumentasi pada saat pembahasan APBN 2011.
"Padahal kita sudah undang PLN bersama Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia-RED), dia malah berargumen di saat capping telah diimplementasikan selama enam bulan dan sudah ada perjanjian tidak ada kenaikan harga listrik," cetus Satya. (*/OL-9)
Bagaimanapun, kesepakatan politik antara Pemerintah dan DPR tahun lalu sudah tegas mencetuskan tidak adanya kenaikan tarif dasar listrik (TDL) untuk 2011.
Di sela-sela pembukaan Indogas 2011, Selasa (25/1), di Jakarta, anggota Fraksi Golkar ini menandaskan kenaikan tarif untuk sektor industri sama sekali tidak fair.
"Sebaiknya pemerintah kasih subsidi sebesar Rp2,3 triliun," ujar pria yang saat ditemui mengenakan jas berwarna hitam.
Satya menampik argumen PT PLN (Persero) bahwa tujuan pencabutan capping ialah menyamakan tarif antara pelanggan bisnis dan industri.
Menurutnya, Dahlan Iskan selaku Dirut PLN telat menyampaikan argumentasi pada saat pembahasan APBN 2011.
"Padahal kita sudah undang PLN bersama Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia-RED), dia malah berargumen di saat capping telah diimplementasikan selama enam bulan dan sudah ada perjanjian tidak ada kenaikan harga listrik," cetus Satya. (*/OL-9)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar