Selasa, 25 Januari 2011

Cermati Sentimen Global

JAKARTA – Kinerja bursa domestik, pada perdagangan hari ini, diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Tekanan aksi jual oleh investor asing masih akan menekan bursa domestik seiring dengan kekhawatiran laju infl asi tinggi. Penarikan dana asing ini juga dilakukan dalam rangka persiapan atau penataan kembali portofolio investasinya setelah keluarnya laporan keuangan emiten tahun lalu. Analis Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, mengatakan tren pasar masih negatif karena investor masih melakukan wait and see hingga keluarnya pengumuman infl asi dan suku bunga acuan awal bulan depan.

”Ada kemungkinan menguat karena technical rebound, tapi pasar masih lesu, kecenderungannya masih melemah,” katanya di Jakarta, Senin (24/1). Menurut praktisi pasar modal, Lucky Bayu Purnomo, tren koreksi bursa domestik ini juga didorong oleh sentimen global. Indeks Dow Jones futures kemarin dibuka melemah tipis 0,03 persen. Investor global masih fokus mencermati laporan data kinerja laba perusahaan dan hasil pertemuan The Federal Reserves yang akan berakhir pada Rabu. Karena itu, investor domestik perlu mewaspadai arah sentimen global.

Untuk perdagangan hari ini, analisis merekomendasikan saham-saham sektor perkebunan, seperti BW Plantation Tbk dan Astra Agro Lestari Tbk. Setelah terkoreksi cukup dalam, saham-saham perkebunan layak dikoleksi. Pada perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,99 persen ke level 3.346,07 poin. Sementara indeks harga saham-saham unggulan atau LQ45 terkoreksi 0,85 persen ke level 585,22 poin.

Hal itu disebabkan tekanan aksi jual asing dan secara teknikal saham domestik masih mengalami overbought. Aktivitas perdagangan saham berlangsung relatif moderat sepi. Volume transaksi mencapai 2,55 miliar lembar saham senilai 3,54 triliun rupiah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar