JAKARTA--MICOM: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berencana melakukan program pembiayaan eksternal dengan target perolehan minimal Rp2,75 triliun sepanjang tahun ini.
Ada tiga instrumen yang diterbitkan, yakni surat obligasi, surat utang jangka menengah, dan sekuritisasi aset bermekanisme kontrak investasi kolektif dengan PT Saran Multigriya Finansial (SMF).
Demikian diungkapkan Direktur Utama BTN Iqbal Latanro di sela breakfast meeting BUMN Executive Club di Jakarta, Selasa (25/1).
"Kami ingin mempercepat semua. Dana-dana hasil ini akan kita gunakan untuk ekspansi kredit," ujarnya.
Iqbal memaparkan, dua dari tiga instrumen pembiayaan itu akan digelar di semester I tahun ini, yakni obligasi dan surat utang jangka menengah atau MTN (Medium Term Notes).
Satu instrumen lain, yakni KIK-EBA (kontrak investasi kolektif efek beragun aset), dilaksanakan pada semester II. KIK-EBA merupakan kerjasama pembiayaan dengan jaminan aset-aset program Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Mandiri.
Menurut Iqbal, obligasi yang akan diterbitkan bertenor 5-10 tahun dengan target perolehan dana Rp1,5-2 triliun. Adapun MTN ditargetkan memperoleh dana Rp500 miliar - Rp1 triliun. Tahun ini menjadi pertama BTN menerbitkan MTN.
"Untuk KEKEBA, kami akan bekerja sama dengan SMF dengan target dana Rp 750-1,25 triliun. Nanti akan ada term purchase programnya," ujarnya. (AW/OL-9)
Ada tiga instrumen yang diterbitkan, yakni surat obligasi, surat utang jangka menengah, dan sekuritisasi aset bermekanisme kontrak investasi kolektif dengan PT Saran Multigriya Finansial (SMF).
Demikian diungkapkan Direktur Utama BTN Iqbal Latanro di sela breakfast meeting BUMN Executive Club di Jakarta, Selasa (25/1).
"Kami ingin mempercepat semua. Dana-dana hasil ini akan kita gunakan untuk ekspansi kredit," ujarnya.
Iqbal memaparkan, dua dari tiga instrumen pembiayaan itu akan digelar di semester I tahun ini, yakni obligasi dan surat utang jangka menengah atau MTN (Medium Term Notes).
Satu instrumen lain, yakni KIK-EBA (kontrak investasi kolektif efek beragun aset), dilaksanakan pada semester II. KIK-EBA merupakan kerjasama pembiayaan dengan jaminan aset-aset program Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Mandiri.
Menurut Iqbal, obligasi yang akan diterbitkan bertenor 5-10 tahun dengan target perolehan dana Rp1,5-2 triliun. Adapun MTN ditargetkan memperoleh dana Rp500 miliar - Rp1 triliun. Tahun ini menjadi pertama BTN menerbitkan MTN.
"Untuk KEKEBA, kami akan bekerja sama dengan SMF dengan target dana Rp 750-1,25 triliun. Nanti akan ada term purchase programnya," ujarnya. (AW/OL-9)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar