JAKARTA: PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera (Bringin Life) menggarap asuransi perkebunan sebagai bagian dari ekspansi bisnis untuk mendongkrak pertumbuhan pendapatan premi pada tahun ini sebesar 25%.
Direktur Utama Bringin Life Sultan Hamid mengatakan asuransi perkebunan tersebut merupakan pengembangan dari lini bisnis asuransi individu yang memberikan kontribusi terhadap total premi sekitar 15%-20%.
Menurutnya, asuransi itu dikembangkan dengan menggabungkan proteksi jiwa dan tabungan yang secara khusus membidik segmen petani perkebunan dengan kebutuhan peremajaan tanaman.
Produk asuransi yang baru saja diluncurkan itu membidik pasar petani perkebunan untuk komoditas kelapa sawit, coklat, tebu, dan karet di Sumatera Utara, Riau, Lampung, Jambi, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
"Untuk asuransi perkebunan itu, saat ini kami sudah merealisasikan PKS [penandatangan kerja sama] dengan sejumlah asosiasi petani perkebunan meliputi Sumatera Utara, Riau, Lampung, Jambi, dan Sulawesi Selatan. Ke depan, bisnis ini akan terus dikembangkan ke berbagai daerah lain," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.
Adapun, Direktur Umum dan Keuangan Bringin Life Kukuh Prihadi menuturkan pendapatan premi tahun ini ditargetkan mencapai Rp2 triliun, naik 25% dari posisi sementara 2010 sebesar Rp1,6 triliun.
Pendapatan premi perseroan masih didominasi sebesar 60%-70% dari lini bisnis kesehatan dan kesejahteraan karyawan yang menggarap captive market (konsumen potensial terbatas) dari perusahaan induknya, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia, sisanya sebesar 30%-40% dari bisnis individu dan kelompok.
Untuk mencapai target pertumbuhan premi tahun ini, pihaknya juga berencana melakukan ekspansi pada jalur distribusi dengan pengembangan pada transaksi penjualan jarak jauh dan bancassurance (asuransi murni) bekerjasama dengan bank. (esu)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar