Rabu, 26 Januari 2011

BPH Migas Temukan Indikasi Penimbunan Premium

JAKARTA--MICOM: Menyongsong program pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada akhir kuartal I 2010, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mulai menemukan indikasi penimbunan BBM bersubsidi jenis premium. Setidaknya satu kasus ditemukan di Sangata, Kalimantan Timur. Pengguna kendaraan roda dua memodifikasi tanki demi menimbun premium.

Demikian disampaikan Kepala BPH Migas Tubagus Haryono saat berkunjung ke ruang wartawan gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Selasa (25/1), di Jakarta.

"Orang sudah mulai menimbun (premium). Faktanya, di Sangata itu, tiap 50 meter ada kios bensin. Itu dari mana datangnya kalau bukan dari SPBU setempat? Di peraturan perundang-undangan kan tidak diperbolehkan. Itu merupakan bagian dari fungsi pengawasan," ujar Tubagus.

Menurut Tubagus, adanya lonjakan merujuk pada kenaikan konsumsi premium sebesar 20% bila dibandingkan dengan konsumsi Januari 2010 di pekan terakhir Januari. Ini tidak lepas dari melambungnya harga pertamax. Karenanya, orang-orang mulai beralih mengkonsumsi premium.

"Kenaikan harga pertamax tinggi sekali, sampai dua kali lipat. Bandingkan saja premium senilai Rp4.500 per liter ke pertamax yang nyaris Rp8.100 per liter," sahutnya.

Disinggung tentang temuan penimbunan, Tubagus mengaku khusus untuk wilayah Jabodetabek pihaknya belum menemukan kasus serupa seperti di Sangata, Kaltim. Meskipun begitu, ia tidak menampik kemungkinan hal itu juga terjadi di Jabodetabek. (OL-5)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar