Sabtu, 29 Januari 2011

BNI Syariah patok pertumbuhan 50%

SURABAYA: PT Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah mematok target pertumbuhan kinerja usaha perbankan pada 2011 baik sisi penghimpunan dana, penyaluran kredit dan aset tumbuh sebesar 50%. Direktur Utama BNI Syariah Rizqullah membenarkan manajemennya telah menetapkan target kinerja untuk tumbuh sebesar 50% pada tahun ini.

"Untuk aset BNI Syariah pada 2011 ini diharapkan bisa menjadi Rp9 triliun dari nilai total aset pada akhir 2010 sebesar Rp6,3 triliun, jadi ada pertumbuhan aset sekitar Rp3 triliun atau 50%," kata Rizqullah kepada Bisnis, Jumat malam.
Dia mengatakan pihaknya juga mematok pertumbuhan 50% juga untuk penyaluran kredit. Total penyaluran kredit 2010 sebesar Rp4,9 triliun diharapkan menjadi Rp6-7 triliun. Khusus untuk KPR griya Hasanah diharapkan dapat tersalur Rp3 triliun pada 2011 dari capain Rp2 triliun 2010.
Khusus penghimpunan dana masyarakat, Rizqullah menambahkan pihaknya menargetkan bisa mencapai Rp8 triliun dari capaian 2010 sebesar Rp6,3 triliun.
"Sebagai gambaran, pihaknya tetap menggenjot kredit bisa dilihat nilai persentase kredit macet atau non performing loan (NPL) yang hanya 3%," tuturnya.
Pimpinan Kantor Cabang Surabaya BNI Syariah, Imam Hidayat Sunarto menjelaskan untuk kinerja kantor cabang di Jatim yang ada di Surabaya, Malang, Kediri dab Jember pada 2010 untuk penyaluran kredit sebesar Rp422 miliar, sedangkan untuk penghimpunan DPK sebesar Rp527 miliar.
Menurut Rizqullah, pihaknya pada 2011 ini juga akan menambah jumlah jaringan kantor sebanyak 37 kantor yang terdiri 10 kantor cabang dan 27 kantor cabang pembantu.
"Kini total kantor BNI Syariah sebanyak 59 kantor yang terbagi menjadi 26 kantor cabang dan 23 kantor cabang pembantu. Pada akhir 2011 diharapkan akan menjadi 96 unit kantor atau ada tambahan 37 kantor," ungkapnya.
Khusus untuk penambahan kantor cabang akan dibuka di antaranya ada di Surabaya, Denpasar, Mataram, Jambi, Samarinda, Cilegon, Depok dan Purwakarta. (fh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar