HASIL pengujian para dokter dari Pusat Saraf Parkinson di Nijmegen, Belanda, menyimpulkan kegiatan bersepeda dapat membantu mendiagnosis parkinson yang diidap seseorang. Keseimbangan dalam gerakan bersepeda menunjukkan kesehatan fungsi otot dan saraf dalam saling memberi koordinasi.
Pengujian dilakukan terhadap 111 pasien. Sebanyak 45 diduga menderita parkinson dan 66 pasien mengalami gangguan saraf parkinsonisme atipikal. Meskipun berbeda, kedua penyakit itu memiliki gejala hampir sama, yakni gerakan melambat dan otot kaku serta tidak kuat.
Untuk membedakannya, para dokter menyuruh pasien bersepeda selama 10-30 menit setiap hari selama satu pekan. Hasilnya penderita parkinson ternyata tidak memiliki kemampuan naik sepeda secara baik. Mereka tidak memiliki keseimbangan dan gerakan pendek berirama yang diperlukan untuk mengayuh pedal sepeda. Saraf keseimbangan di otak besar mereka tidak berfungsi sehingga para pasien tidak dapat mengayuh sepeda.
Selama ini pengobatan standar bagi penderita parkinson adalah mengonsumsi obat levodopa. (Healthday/*/X-8)
Pengujian dilakukan terhadap 111 pasien. Sebanyak 45 diduga menderita parkinson dan 66 pasien mengalami gangguan saraf parkinsonisme atipikal. Meskipun berbeda, kedua penyakit itu memiliki gejala hampir sama, yakni gerakan melambat dan otot kaku serta tidak kuat.
Untuk membedakannya, para dokter menyuruh pasien bersepeda selama 10-30 menit setiap hari selama satu pekan. Hasilnya penderita parkinson ternyata tidak memiliki kemampuan naik sepeda secara baik. Mereka tidak memiliki keseimbangan dan gerakan pendek berirama yang diperlukan untuk mengayuh pedal sepeda. Saraf keseimbangan di otak besar mereka tidak berfungsi sehingga para pasien tidak dapat mengayuh sepeda.
Selama ini pengobatan standar bagi penderita parkinson adalah mengonsumsi obat levodopa. (Healthday/*/X-8)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar