BALIKPAPAN: PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur (Bank Kaltim) memperoleh suntikan modal baru sebesar Rp7,38 miliar dari Pemerintah Kota Balikpapan pada Desember 2010 sehingga total modal disetor saat ini mencapai Rp1,39 triliun.
Wali Kota Balikpapan Imdaad Hamid mengatakan posisi modal pemkot di bank itu sebesar Rp55,69 miliar atau setara dengan 3,98% dari total modal. Dia berharap dana segar tersebut memperkuat posisi permodalan BPD (Bank Pembangunan Daerah) sehingga meningkatkan kapasitas penyaluran kredit.
"Kami harap modal Bank Kaltim membesar dalam jangka panjang, sehingga bisa meningkatkan pembiayaan khususnya untuk usaha mikro, kecil, dan menengah," jelas Imdaad di sela-sela peresmian tiga kantor cabang pembantu konvensional serta satu cabang pembantu Bank Kaltim Syariah Balikpapan, pekan lalu.
Direktur Utama Bank Kaltim Aminuddin mengemukakan total aset perseroan pada 2010 sebesar Rp15,14 triliun, dengan dana pihak ketiga Rp11,59 triliun dan kredit Rp9,34 triliun. Unit usaha syariah meraup aset Rp579,14 miliar, simpanan Rp492,63 miliar, dan kredit Rp505,57 miliar.
"Pembukaan tiga kantor cabang pembantu ini merupakan rangkaian terakhir pada Januari 2011 setelah sebelumnya kami buka empat kantor di Petung, Penajam Paser Utara, Bontang, dan Muara Muntai," jelasnya.
Pada saat ini, Bank Kaltim memiliki 77 kantor dan merencanakan penambahan 21 kantor cabang pembantu konvensional dan syariah lagi pada tahun ini. Selain itu, perseroan bakal membangun 13 unit kantor kas.
Pemimpin Kantor Bank Indonesia Balikpapan Tutuk SH Cahyono mengatakan potensi perbankan daerah itu masih besar. Bank sentral menargetkan kredit tumbuh 23% tahun ini. (esu)
"Kami harap modal Bank Kaltim membesar dalam jangka panjang, sehingga bisa meningkatkan pembiayaan khususnya untuk usaha mikro, kecil, dan menengah," jelas Imdaad di sela-sela peresmian tiga kantor cabang pembantu konvensional serta satu cabang pembantu Bank Kaltim Syariah Balikpapan, pekan lalu.
Direktur Utama Bank Kaltim Aminuddin mengemukakan total aset perseroan pada 2010 sebesar Rp15,14 triliun, dengan dana pihak ketiga Rp11,59 triliun dan kredit Rp9,34 triliun. Unit usaha syariah meraup aset Rp579,14 miliar, simpanan Rp492,63 miliar, dan kredit Rp505,57 miliar.
"Pembukaan tiga kantor cabang pembantu ini merupakan rangkaian terakhir pada Januari 2011 setelah sebelumnya kami buka empat kantor di Petung, Penajam Paser Utara, Bontang, dan Muara Muntai," jelasnya.
Pada saat ini, Bank Kaltim memiliki 77 kantor dan merencanakan penambahan 21 kantor cabang pembantu konvensional dan syariah lagi pada tahun ini. Selain itu, perseroan bakal membangun 13 unit kantor kas.
Pemimpin Kantor Bank Indonesia Balikpapan Tutuk SH Cahyono mengatakan potensi perbankan daerah itu masih besar. Bank sentral menargetkan kredit tumbuh 23% tahun ini. (esu)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar