Senin, 31 Januari 2011

Aksi Ambil Untung Terpacu Global

JAKARTA – Kinerja bursa domestik pada perdagangan hari ini diperkirakan akan berjalan dua arah (sideways) dengan kecenderungan melemah. Bursa domestik diduga akan kembali dilanda aksi ambil untung (profit taking). Tekanan bursa global akibat krisis politiik di Mesir akan mendorong tren koreksi bursa regional maupun domestik. Peningkatan ketidakstabilan di Timur Tengah mendorong pelaku pasar khawatir terhadap krisis. Pelaku pasar cenderung ambil posisi aman. Perkembangan kondisi di Timur Tengah dapat menjadi pemicu untuk investor agar menyiapkan portofolio dan waktu tepat ketika bursa saham nengalami koreksi.

Selain dibayangi kekhawatiran inflasi tinggi, pasar domestik terpengaruh negatif dari lembaga pemeringkat Standard & Poor’s yang memangkas peringkat kredit Jepang dari “AA” menjadi “AA-“, untuk pertama kalinya sejak 2002. Hal ini karena Jepang tidak memiliki rencana untuk menangani menggunungnya utang. Adapun utang publik Jepang saat ini merupakan terbesar di antara negara-negara industri lainnya. Analis Valbury Securities Nico Omer Jonckheere mengatakan, pada perdagangan hari ini pasar akan bergerak dua arah.

“Secara fundamental pasar bagus, tapi aksi ambil untung harus diwaspadai,” ujar Nico di Jakarta Jumat (28/1). Setelah mengalami penurunan harga yang cukup dalam, saham-saham sektor pertambangan direkomendasikan unuk perdagangan hari ini. Meski ditutup turun 0,77 persen ke level 3.487,61 poin, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan lalu menguat sekitar 3,2 persen. Ini merupakan kinerja mingguan terbaik dibanding bursa kawasan Asia Tenggara. Hal ini lebih dipicu kembali masuknya dana-dana asing.

Adapun aktivitas perdagangan saham sepekan lalu berjalan relatif moderat. Volume transaksi rata-rata harian mencapai 3,55 miliar lembar saham denga nilai transaksi rata-rata 5,6 triliun rupiah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar