Selasa, 25 Januari 2011

Akhir 2011, BI Rate Dinaikkan Jadi 8 Persen

JAKARTA--MICOM: Bank Indonesia perlu menaikkan suku bunga acuannya sebesar 150 basis poin menjadi 8% sampai akhir tahun ini guna mengimbangi kebijakan moneter ketat negara-negara kawasan.

Jika terlambat, akumulasi kenaikan suku bunga yang tertunda semakin menumpuk di tahun berikutnya.

"Ingat, yang kita perlu ada pertumbuhan yang sustain. Kalau terlalu cepat, inflasi bisa semakin tak terkendali," ujar Direktur Pelaksana Riset Ekonomi dan Nilai Tukar Mata Uang Bank DBS Singapura David Carbon di Jakarta, Selasa (25/1).

Oleh karena itu, keputusan BI menahan BI Rate di level 6,5% selama 18 bulan berturut-turut karena berpatokan inflasi inti, dinilai kurang tepat.

Sebab, tren inflasi tinggi yang saat ini terjadi turut dipacu faktor permintaan domestik jangka panjang yang terus terakselerasi.

Sejak Januari 2009, kemampuan berproduksi industri di sembilan negara Asia berkinerja terbaik, termasuk Indonesia, selalu melampaui Amerika Serikat.

Bahkan, lanjut David, sejak September 2009, industri Asia sudah melewati kinerja industri AS pada masa gemilangnya di 2006.

"Industri-industri di Indonesia bahkan tetap stabil ketika industri negara-negara Asia anjlok di pertengahan 2008 hingga 2009. Kinerja ekspor Indonesia juga selalu di atas rata-rata Asia dan Asean sejak semester I 2009. Dan ini akan berlanjut ke depan," ujarnya.

Oleh karena itu, hasil analisanya menunjukkan, tren inflasi tinggi di dunia saat ini bukan lagi terjadi karena faktor jangka pendek gangguan produksi pangan akibat iklim ekstrem, namun juga meningkatnya konsumsi.

Ini bisa terlihat harga minyak dunia yang juga diprediksikan terus terdongkrak pada level US$10 per barel per tahun hingga lima tahun ke depan. (AW/OL-9)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar